Jumlah Masyarakat Miskin Kepri Bertambah Jadi 151,68 ribu orang Pada Maret 2022

Profil Kemiskina Masyarakat Kepri di Perkotaan dan Pedesaan pada Maret-2022 (Sumber Tangkapan rilis BPS Kepri)
Profil kemiskina masyarakat Kepri di perkotaan dan pedesaan pada Maret-2022 (Sumber: BPS Kepri) 

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang – Jumlah penduduk miskin (Penduduk dengan pengeluaran perkapita per bulan di bawah Garis Kemiskinan) di Provinsi Kepulauan Riau mencapai 151,68 ribu orang (6,24 persen) pada Maret 2022.

Jumlah ini bertambah sebanyak 13,9 ribu orang dibanding kondisi jumlah masyarakat miskin pada September 2021 yang sebesar 137,75 ribu orang atau 5,75 persen sebagaimana data dan rilis BPS.Kepri pada Agustus 2022.

Badan Pusat Statistik (BPS) Kepri mengatakan, metode pengukuran kemiskinan yang dilakukan BPS di Provinsi Kepri itu, dilakukan dengan (basic need approach) atau pendekatan berdasarkan data kebutuhan.

Melalui pendekatan data kebutuhan ini, maka kemiskinan dipandang sebagai ketidakmampuan sisi ekonomi, untuk memenuhi kebutuhan dasar makanan dan bukan makanan yang diukur menurut garis
kemiskinan (makanan & bukan makanan).

Garis kemiskinan makanan adalah nilai pengeluaran kebutuhan minimum makanan (setara 2.100 kilo kalori per kapita per hari), Sengkan garis kemiskinan bukan makanan adalah, nilai minimum pengeluaran untuk perumahan, sandang, pendidikan, kesehatan dan kebutuhan pokok non-makanan lainnya.

Melalui pendekatan ini, penduduk miskin adalah penduduk yang memiliki rata-rata Pengeluaran per kapita per bulan di bawah Garis Kemiskinan.

Dengan pendekatan itu, BPS Kepri menyatakan, Persentase kenaikan jumlah penduduk miskin Kepri September 2021 ke Maret 2022 di Kepri terjadi di daerah perkotaan dan daerah Pedesaan.

Persentase penduduk miskin di daerah perkotaan pada September 2021 sebesar 5,37 persen naik menjadi 5,68 persen pada Maret 2022. Sedangkan persentase penduduk miskin di daerah pedesaan pada September 2021 sebesar 10,45 persen juga naik menjadi 10,68 persen pada Maret 2022.

“Selama periode September 2021-Maret 2022, jumlah penduduk miskin di perkotaan naik dari 119,31 ribu orang pada September 2021 menjadi 122,60 ribu orang pada Maret 2022.

Selain itu, di daerah pedesaan juga naik dari 18,44 ribu orang pada September 2021 menjadi 29,08 ribu pada Maret 2022,” ujarnya.

Peranan penyumbang naiknya garis kemiskinan di Kepri pada Maret 2022 dipicu oleh komoditi makanan, dengan peranan sebesar 67,01 persen.

“Kondisi ini tidak jauh berbeda dengan kondisi kenaikan garis kemiskinan pada September 2021 yang disumbang peran komoditas makanan sebesar 66,19 persen,” katanya.

Penulis:Presmedia
Editor  :Redaksi

Leave A Reply

Your email address will not be published.