Riki Agus Sebut Terdakwa Imam Punya Beking Marinir Lansir BBM Solar Subsidi Dari SPBU PT. Bumi Indraya Pratama

*Direktur SPBU PT.Bumi Indraya Pratama Berdalih Tidak Tahu

Direktur SPBU PT.Bumi Indraya Pratama Rio Sukarni Berdalih Tidak Tau Operrtonya dan terdakwa Imam Arifin Lansir dan selewengkan BBM Solar Subsidi di SPBU-nya (Foto:Roland)
Direktur SPBU PT. Bumi Indraya Pratama Rio Sukarni Berdalih Tidak Tau Operatonya dan terdakwa Imam Arifin Lansir dan selewengkan BBM Solar Subsidi di SPBU-nya (Foto:Roland)

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang – Operator SPBU PT. Bumi Indraya Pratama jalan MT.Haryono Tanjungpinang, saksi Riki Agus, menyebut terdakwa pelangsir BBM Solar Subsidi, Imam Arifin dibekingi oknum anggota Marinir dalam melakukan aksinya.

Hal itu dikatakan Riki Agus ketika diperiksa sebagai saksi atas kasus penyelewengan BBM Solar Subsidi yang dilakukan Terdakwa Imam Arifin, di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang, Selasa (9/8/2022).

Dalam persidangan saksi Riki Agus, mengatakan terdakwa Imam Arifin yang saat itu mengisi BBM Solar di SPBU, membawa mobil Kijang Kapsul warna Hitam BP 1993 AE yang tangkinya telah dimodifikasi untuk mengisi BBM Solar.

Karena dibekingi oknum aparat, Riki menyebut, Terdakwa Imam Arifin leluasa mengisi BBM Solar Subsidi di SPBU itu sebanyak 7 kali dalam waktu 10 menit, menggunakan sejumlah kartu Brizzi Fuel Card Pertamina.

“Total solar BBM subsidi yang diisi sebanyak sekitar 420 liter. Dan pengisian itu, sebenarnya telah melebihi kapasitas kartu Brizzi. Karena untuk roda empat, 1 kartu Brizzi hanya bisa mengisi satu kali mengisi BBM Solar 30 liter saja,” kata Riki.

Riki juga mengakui, pelangsiran BBM Solar secara berlebihan dari SPBU itu tidak boleh, Namun, selaku operator SPBU ini, Riki Agus mengaku takut, karena terdakwa Imam Arifin dibekingi oknum Marinir.

“Tidak boleh 2 kartu, saya sudah bilang ke terdakwa, Tetapi terdakwa dibekingi aparat oknum Marinir, mau tidak mau terpaksa saya isi,” ungkap Riki.

Karena dibekingi oknum Marinir lanjutnya, Riki mengaku merasa takut, karena sebelumnya, dia juga pernah didatangi Oknum Marinir itu, karena sempat menolak dan tidak mau mengisi.

“Saya takut, dari Marinir itu pernah datang, saya tidak tahu pangkatnya apa,” jelasnya.

Riki juga mengatakan, pengisian BBM Solar Subsidi di SPBU tempatnya bekerja itu, banyak dibekingi oknum aparat. Namun, hal itu tidak pernah disampaikannya kepemimpinan langsung karena merasa takut.

“Banyak yang seperti itu terjadi,” pungkasnya.

Direktur SPBU PT. Bumi Indraya Pratama Rio Sukarni Berdalih Tidak Tahu

Sementara itu, Direktur PT. Bumi Indraya Prayamandan Rio Sukarni, dan Pengawas SPBU PT. Bumi Indraya Pratama Surya yang juga dipanggil dan diperiksa sebagai saksi dalam kasus penyelewengan BBM Solar subsidi di SPBU-nya ini, berdalih tidak mengetahui perbuatan Operatornya.

Kedua saksi ini mengaku, mengetahui penyelewengan BBM di SPBU-nya setelah dipanggil dan diperiksa Polresta Tanjungpinang.

Bahkan, kendati Operator SPBU-nya sudah mengakui penyelewengan BBM Solar Subsidi itu sudah sering terjadi, Namun Rio Sukarni, mengaku tidak pernah menerima laporan dari petugas operatornya itu.

“Tidak pernah ada laporan anggota saya, Saya juga tidak tau, taunya ketika sudah ditangkap Polisi,” ujar Rio.

Hal yang sama juga dikatakan Surya, selaku Pengawas SPBU PT.Bumi Indraya Pratama.

Sebelumnya, Terdakwa pelangsir BBM Solar subsidi, Imam Arifin didakwa pasal tunggal oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Bambang Wiradhany. Terdakwa Imam Arifin didakwa pasal 55 UU RI Nomor 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja sebagaimana mengubah Pasal 55 UU RI Nomor 22 tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi.

Sidang akan kembali dilanjutkan Hakim PN pada minggu mendatang dengan agenda pemeriksaan saksi dari Oknum dari Marinir dan Dinas Perhubungan Tanjungpinang.

SPBU 14.291706 PT. Bumi Indraya Pratama Diduga Langgar Regulasi Penyaluran BBM, Pertamina Belum Bergeming

Penjualan BBM Solar Subsidi ke Mobil Pelangsir sebagaimana yang diakui Operator SPBU 14.291706 PT.Bumi Indraya Pratama diduga menyalahi regulasi penyaluran BBM Solar Subsidi sebagaimana Peraturan Presiden Nomor 191 Tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Harga Jual Eceran BBM di Indonesia.

Namun, sebagai badan Pengatur dan pengawasan ketepatan pelaksanaan pendistribusian penyaluran BBM Solar bersubsidi, Pertamina hingga saat ini tidak bergeming dan memberi tindakan pada SPBU itu.

Penulis : Roland/Presmedia
Editor : Redaksi

Leave A Reply

Your email address will not be published.