Muksin Masih DPO, Lima Berkas Perkara Korupsi Hibah Bansos Dispora Kepri P-21

Kantor Kejaksaan Tinggi Kepri di Senggarang Tanjungpinang Provinsi Kepri.
Kejaksaan Tinggi Kepri menyatakan, lima dari enam berkas perkara tersangka korupsi dana hibah bansos provinsi Kepri 2022 dinyatakan lengkap atau (P21). Kantor Kejaksaan Tinggi Kepri di Senggarang Tanjungpinang Provinsi Kepri. (Foto:Dok-Presmedia)

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang- Jaksa Penuntut Kejaksaan Tinggi Kepri menyatakan, lima dari enam berkas perkara tersangka korupsi dana hibah bansos provinsi Kepri 2022 dinyatakan lengkap atau (P21).

Dengan lengkapnya berkas perkara dugaan tindak pidana korupsi itu, Jaksa penuntut Kejati Kepri, tinggal menunggu pelimpahan barang bukti dan tersangka (P-22) dari penyidik Polda Kepri.

Kepala kejaksaan tinggi Kepri Gerry Yasid melalui Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejati Nixon Andreas Lubis, membenarkan telah lengkapnya BAP perkara 5 tersangka korupsi itu.

“Ke 5 berkas perkara itu dinyatakan Jaksa Penuntut sudah lengkap atau P21 pada 10 Agustus 2022 kemarin. Saat ini tinggal menunggu penyerahan Barang-Bukti dan tersangka dari Penyidik Polda,” ujarnya saat dikonfirmasi Media ini, Kamis (11/8/2022).

Untuk tahap penyerahan tersangka dan Barang bukti lanjutan Nixon, Informasi yang dikoordinasikan Tim Jaksa dengan Penyidik Polda Kepri, di rencananya Senin, (15/8/2022) dilimpahkan.

“Kita tunggu saja, rencanakan tahap II Senin 15 Agustus 2022 oleh Penyidik Polda ke Kejati,” ujarnya.

Sebelumnya, Penyidik Ditreskrimsus Polda Kepri, telah menetapkan 6 tersangka dugaan korupsi dana hibah bansos bidang Kepemudaan DPA-PPKD Provinsi Kepri tahun 2020.

Ke 6 tersangka korupsi dana hibah Bansos Dispora Kepri itu, adalah Tri Wahyu Widadi (44) Aparatur Sipil Negara (PNS) di Provinsi Kepri. Selanjutnya, tersangka Suparman (Tukang Ojek), kemudian tersangka Arif Agus Setiawan, Tersangka Mustofa Sasang, Tersangka M.Irsyadul Fauzi.

Sementara satu tersangka Muksin hingga saat ini Berkasnya belum dilimpah Penyidik, karena sebelumnya ditetapkaan Polisi sebagai Burin dan dimasukan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Polda Kepri.

Ke enam tersangka diduga menerima dana hibah Bansos dari APBD dan APBD Perubahan Provinsi Kepri Tahun Anggaran 2020, namun tidak dipertanggungjawabkan hingga mengakibatkan kerugian keuangan Negara Rp6.2 Miliar.

Atas perbuatannya, ke 6 tersangka dijerat dengan pasal 2 ayat (1) dan Atau Pasal 3 UU Nomor 20 Tahun 2001 Perubahan Atas UU Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 KUHPidana.

Penulsi:Presmedia
Editor  :Redaksi

Leave A Reply

Your email address will not be published.