Kajari Bintan Banding Putusan Ringan Hakim Boy Terhadap Terdakwa TPPO Acing dan Mulyadi

*Putusan Hakim Boy Syailendra Tidak Mencerminkan Keadilan Bagi Korban PMI

Ketua Majelis Hakim Boy Syailendra didampingi Hakim Anggota Guntur dan Anggalanton Boangmanalu saat membacakan Vonis ringan Terdakwa TPPO Acing dan Mulyadi di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang, Selasa (16-8-2022).((Foto:Roland)
Ketua Majelis Hakim Boy Syailendra didampingi Hakim Anggota Guntur dan Anggalanton Boangmanalu saat membacakan Vonis ringan Terdakwa TPPO Acing dan Mulyadi di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang, Selasa (16-8-2022).((Foto:Roland)

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang – Kejaksaan Negeri (Kejari) Bintan menyatakan banding terhadap vonis ringan terdakwa Susanto Alias Acing dan dan Mulyadi Alias Ong, bos penyelundup Pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal ke Malaysia.

Kepala Kejaksaan Negeri Bintan, I Wayan Riana mengatakan pihaknya yang mengajukan upaya banding karena putusan 10 tahun yang dijatuhkan Hakim tidak mencerminkan keadilan pada masyarakat dan Korban.

“Selain itu, Pasal yang terbukti berbeda dengan tuntutan Jaksa P Penuntut Umum (JPU). Oleh karena itu, khususnya keadilan bagi korban. Kami menyatakan banding,” kata Wayan saat di konfirmasi PRESMEDIA.ID, Kamis (18/8/2022).

Sementara itu untuk terdakwa lainnya, diantaranya Juna Iskandar Alias Juna, Agus Salim alias Agus Botak, dan Erna Susanti alias Erna, Wayan menyampaikan akan juga menyatakan banding karena pasal yang terbukti atas Vonis Hakim dengan tuntutan Jaksa juga berbeda.

Sebelumnya dari 20 tahun tuntutan Jaksa, Hakim memutus, menghukum Terdakwa Susanto Alias Acing dan terdakwa Mulyadi alias Ong hanya 10 tahun penjara, denda Rp 1 miliar subsider 2 bulan kurungan.

Hakim menyatakan kedua terdakwa terbukti melakukan Tindak Pidana perdagangan Orang (TPPO) dalam dakwaan alternatif kedua Jaksa, melanggar pasal 81 Jo Pasal 69 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 18 tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran sebagaimana diubah dengan UU RI Nomor 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja Jo Pasal 55 ayat (1) ke- 1 KUHP.

Sedangkan ganti rugi restitusi tuntutan Jaksa pada 28 PMI, Hakim tidak mengabulkan.

Putusan ini sangat lebih ringan dari tuntutan JPU yang sebelumnya menuntut Susanto Alias Acing dan Mulyadi dengan tuntutan masing-masing 20 tahun penjara dan denda Rp 6 miliar.

Selain itu JPU juga menuntut terdakwa Susanto alias Acing juga membayar dana restitusi Rp 1.298.684.000,- terhadap 28 PMI serta atas kerugian negara tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang dilakukannya.

Dalam dakwaan JPU mendakwa Susanto alias Acing bersama-sama dengan lima terdakwa lainnya, membawa WNI dengan maksud untuk dieksploitasi keluar wilayah Indonesia. Perbuatan terdakwa dilakukan terdakwa secara berkelompok dan berorganisasi hingga mengakibatkan 11 orang PMI menjadi korban meninggal dunia akibat tenggelam, saat diselundupkan dari Kepri ke Malaysia.

Jaksa menyatakan, perbuatan Terdakwa Acing dan Mulyadi alias Ong bersama terdakwa lain, dilakukan dengan peran masing-masing, yang diawali dari rekrutmen oleh terdakwa Mulyadi alias Ong (Bos perekrut PMI) kemudian terdakwa Juna Iskandar Alias Juna, Agus Salim alias Agus Botak, dan Erna Susanti alias Erna di wilayah Jawa dan NTB.

Atas perbuatannya, Jaksa menyatakan, Dakwaan Primer pelanggaran terdakwa melanggar pasal 7 ayat 2 jo pasal 4 jo pasal 16 Undang-undang nomor 21 tahun 2007 tentang TPPO telah terbukti.

Penulis : Roland
Editor : Redaksi

Leave A Reply

Your email address will not be published.