Penyidik Polda Kepri Surati Hakim PN Minta BB Kapal Terdakwa Pelayaran Susanto Alias Acing Dikembalikan

*Kejati Kepri Kembalikan SPDP Kasus TPPU Susanto Alias Acing dan Mulyadi ke Polda Kepri

Sidang Putusan Dua Bos Penyeludup PMI Ilegal Ke Malaysia di PN Tanjungpinang. Hakim Boy Syailendra hanya memvonis ringan 10 tahun Dua terdakwa. Vonis ini super ringan dari Tuntutan JPU 20 tahun terhadap Susanto Alias Acing dan Mulyadi Ong. (Foto:Roland)
Sidang Putusan Dua Bos Penyeludup PMI Ilegal Ke Malaysia di PN Tanjungpinang. Hakim Boy Syailendra hanya memvonis ringan 10 tahun Dua terdakwa. Vonis ini super ringan dari Tuntutan JPU 20 tahun terhadap Susanto Alias Acing dan Mulyadi Ong. (Foto:Roland)

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang – Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang menyebut Penyidik Polda Kepri melayangkan surat permohonan ke Hakim PN Tanjungpinang, agar mengembalikan Barang Bukti 6 Kapal dan 5 Mesin terdakwa kasus Pelayaran, untuk dipergunakan dalam penyidikan kasus perkara lain.

Humas PN Tanjungpinang, Isdaryanto mengatakan surat permohonan Penyidik Polda Kepri itu, juga menyertakan Surat Perintah Penyidikan Nomor:SP.Sidik/108/VII/2022/Ditreskrimum.

“Jadi pertimbangan Majelis Hakim mengembalikan Barang bukti 6 kapal dan 5 mesin ke terdakwa Susanto alias Acing dalam perkara kasus pelayaran itu, juga sesuai dengan tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU). Kemudian, memang ada permohonan tertulis dari penyidik supaya dikembalikan kepada penyidik untuk perkara lain,” ujar Isdaryanto Kamis (18/8/2022).

Kejati Kepri Kembalikan SPDP TPPU Susanto Alias Acing dan Mulyadi ke Polda Kepri

Sementara itu, Kejaksaan Tinggi Kepri mengatakan, hingga saat ini penyidik Polda Kepri, belum menindaklanjuti Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) ke dua, kasus lanjutan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dari Tindak Pidana asal, Perdagangan Orang (TPPO) terlapor Susanto alias Acing dan Mulyadi Ong.

Kepala Kejaksaan Tinggi Kepri Gerry Yasid melalui Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) kejati Kepri, Nixon Andreas mengatakan, setelah SPDP pertama dari kasus lanjutan, Tindak Pidana Perdagangan Orang terlapor sempat dikembalikan Jaksa penyidik.

Penyidik Polda kembali mengirimkan SPDP ke dua, dugaan Tindak Pidana lanjutan (Money Laundry) atau Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) terlapor Susanto alias Acing dan Mulyadi alias Ong.

Namun jelas Nixon, sampai saat ini, Penyidik Polda Kepri juga belum menindaklanjuti perkara dugaan kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) atas nama terlapor Susanto alias Acing dan Mulyadi Alias Ong itu, Sehingga, Jaksa melakukan P-17 atau Permintaan tindak lanjut dari SPDP yang dikirim ke Penyidik Polda Kepri.

“Dengan belum adanya kelanjutan atau pelimpahan berkas perkara, dari SPDP itu. Maka Kejati Kepri pada 12 Agustus 2022 kemarin, telah mengirimkan P-17 (Permintaan tindak lanjut hasil penyidikan kasus) tersebut ke penyidik Polda Kepri,” ujarnya.

Jika nanti, P-17 Jaksa atas SPDP ke dua Penyidik Polda Kepri ini juga belum ada tindak lanjut, sebut Nixon, secara prosedur kejaksaan akan kembali menyurati untuk yang kedua kali.

“Kalau P-17 kedua juga tidak ada hasil tindak lanjut, Maka sesuai dengan Perja tentang administrasi Penanganan Perkara, Kejaksaan akan kembali mengembalikan SPDP ke dua ke penyidik,” ujarnya.

Polda Kepri Belum Beri Tanggapan Tindak Lanjut Penyidikan Kasus TPPU

Di tempat terpisah, Direktur Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Kepri, Kombes Pol.Jefri Ronald Parulian Siagian, yang dikonfirmasi PRESMEDIA.ID dengan permohonan BB serta tindak lanjut penyidikan dugaan kasus TPPU ini, belum memberi tanggapan.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Kepulauan Riau, Kombes Pol Harry Goldenhardt, yang juga dikonfirmasi, mengaku belum memiliki data terkait perkara apa yang ditangani oleh Ditreskrimum Polda Kepri berdasarkan surat perintah dan SPDP yang dikirimkan ke Kejati Kepri itu.

“Saya belum punya datanya, karena yang saya ketahui sampaikan saat konpers penangkapan Acing, kasus pelayaran dan PMI kemarin,” sebutnya.

Sebelumnya, sejumlah Barang bukti Kapal dan Mesin dalam kasus Pelayaran Susanto alias Acing diperintahkan Hakim dikembalikan ke Terdakwa untuk digunakan Penyidik Polda Kepri dalam kasus tindak pidana lain.

Sejumlah Barang bukti dalam kasus Pelayan Terdakwa Susanto alias Acing dalam kasus Pelayaran ini terdiri dari 5 Kapal jenis fiber, bersama 6 mesin Kapal Merk Yamaha beserta tutupnya dari:

1.Kapal jenis fiber berwarna abu-abu (gelap) dengan spesifikasi lebar 2,76m, Tinggi 1,65 m, Panjang 12,90m (Diberi kode identifikasi 01).
2.Kapal jenis fiber berwarna abu-abu (Gelap) dengan spesifikasi lebar 2,13 meter tinggi 1,20 meter.
3.Kapal jenis fiber berwarna abu-abu dengan spesifikasi lebar 3,50m Tinggi 2m, Panjang 15,56m (diberi kode identifikasi 04).
4.Kapal jenis fiber berwarna Hitam dengan spesifikasi Lebar 2,20 m Tinggi 1,10m, Panjang 10,40m (diberi kode identifikasi 05.
5.Kapal jenis fiber berwarna abu-abu dengan spesifikasi Lebar 2,40 m Tinggi 1,10 m, Panjang 9,40 m (diberi kode identifikasi 06).
6.Kapal jenis fiber dengan spesifikasi Lebar 2,80 m Tinggi 1,57 m, Panjang 14,87m.
Kemudian:
1.Mesin speed boat merk Yamaha 200 Nomor seri AET/6G6 X 1065179.
2.Mesin speed boat merk Yamaha 200 Nomor seri: AET/6G6 X 1064317,
3.Mesin speed boat merk Yamaha Nomor seri E40JMH/6J4K/L 1008425,
4.Mesin speed boat merk Yamaha Nomor seri E30HMH/61TK S 1093566.
5.Mesin speed boat Mercury 3.0 Sea Pro tanpa nomor seri,
6.Cover mesin speed boat merk Yamaha 200 nomor seri AET/6G6 X 1058154,
7.Cover mesin speed boat merk Yamaha nomor seri E15DMH/6B4K L 1293834
8.Tuga unit cover mesin speed boat Yamaha 200 berwarna hitam.

Sementara barang bukti 1 perangkat elektronik berupa Video Recorder Model AVT-AHD 6108, 1 buah kabel VGA berwarna hitam, 1 unit alat elektronik PLP 12-60 w (PAUP 2210/111), dan 1 unit Televisi merek LG 14 inch 20LB450A dalam kasus Pelayaran terdakwa dikembalikan pada saksi Mardan.

Sebelumnyam Susanto alias Acing dan Mulyadi alias Ong bersama 4 tersangka lainnya, ditetapkan penyidik Ditreskrimum Polda Kepri sebagai tersangka Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

Ke 6 tersangka, merupakan sindikat perekrut dan pengirim 60 PMI asal NTB dan Jawa secara ilegal ke luar negeri yang kapalnya tenggelam di laut Malaysia.

Dari 60 orang PMI yang tenggelam di kapal milik Susanto alias Acing, 19 orang PMI dinyatakan meninggal, 32 orang lainnya hilang dan belum diketahui keadaannya, sementara 13 orang lainnya selamat.

Dalam kasus TPPO ini, Terdakwa Susanto alias Acing divonis Hakim terbukti bersalah melakukan penyelundupan dan Perdagangan Orang (PMI) ke Malaysia. Atas perbuatannya, Hakim menghukum Susanto alias Acing dan Mulyadi alias Ong dengan hukuman masing-masing 10 Tahun penjara.

Selain Kasus TPPO, terdakwa Susanto alias Acing Juga ditetapkan Penyidik Polres Bintan sebagai tersangka/Terpidana Kasus Pelayaran yang divonis Hakim bersalah dan penjara 8 bulan.

Penulis :Tim Presmedia
Editor : Redaksi

Leave A Reply

Your email address will not be published.