Imigran Asal Sudan Tonjok 5 Kali Nuryadi Gara-Gara Tagih Sewa Parkir

saksi korban Nuryadi dan saksi Ibrahim (Warga Imigran lain) pada sidang lanjutan kasus penganiayaan yang dilakukan terdakwa Elrhmn Adam Eldoma Omer di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang, Selasa
Saksi korban Nuryadi dan saksi Ibrahim (Warga Imigran lain) pada sidang lanjutan kasus penganiayaan yang dilakukan terdakwa Elrhmn Adam Eldoma Omer di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang, Selasa (23/8/2022) Foto:Roland) 

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang- Terdakwa FTH El Rahman Adam Eldoma Omer, Imigran asal Sudan melakukan penganiayaan kepada Nurhadi, dengan cara menonjok (memukul dengan tangan-red) karena menagih sewa penitipan Motor.

Hal itu dikatakan saksi korban Nuryadi dan saksi Ibrahim (Warga Imigran lain) pada sidang lanjutan kasus penganiayaan yang dilakukan terdakwa El Rahman Adam Eldoma Omer di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang, Selasa (23/8/2022).

Dalam keterangan, saksi korban Nuryadi, menyatakan kronologis kejadian terjadi pada Jumat(20/5/2022), Ketika terdakwa datang ke penitipan sepeda motor untuk para pengungsi atau Imigran milik korban di depan Badhara Resort di Bintan.

“Saat itu, Dia (terdakwa-red) datang menitipkan sepeda motornya, dan saya menagih uang penitipan yang telah menunggak 4 bulan lama nya,” kata Nuryadi.

Karena terdakwa tidak mau membayar, akhirnya Nuryadi mengatakan, “Kalau tak bayar keluar saja, tapi terdakwa tidak mau, kemudian saya dorong motornya,” kata Nuryadi.

Saat kata Nuryadi, terdakwa langsung marah dan membalas mendorong dan mencekik dan memukul korban. Saat dipukul terdakwa, korban mengaku tidak bisa melawan.

“Dia (Terdakwa-red) langsung memukuli saya.di bagian mata dua kali dan dibagian pinggul tiga kali,” ujarnya.

Ditengah kejadian itu, sejumlah teman korban langsung datang meleari, Namun mata dan badan korban mengalami lebam akibat dipukuli terdakwa.

Usai kejadian itu, Korban pun mengaku langsung pergi berobat ke Puskesmas dan dilakukan Visum. Tetapi karena takut ada apa-apa di bagian matanya, korban juga akhirnya memeriksakan matanya ke Rumah Sakit Raja Ahmad Thabib (RS RAT) Tanjungpinang.

“Syukurnya tidak ada luka yang serius di mata,” ungkapnya.

Sementara itu, Imigran asal Sudan, Ibrahim mengatakan melihat kejadian itu, dan mencoba melerai terdakwa yang saat itu memukul korban.

“Saya lihat dan lerai bersama teman teman dan saya lihat korban dipukul oleh terdakwa,”singkatnya.

Atas keterangan korban dan satu aksi itu, Majelis Hakim, Siti Siregar didampingi oleh Majelis Hakim Widodo dan Risbarita Simarangkir kembali menunda persidangan selama satu pekan dengan agenda mendengarkan keterangan terdakwa.

Terdakwa pelaku penganiayaan Imigran Asal Sudan ini, sebelumnya didakwa Jaksa Penuntut Umum Arif Darmawan Wiratama dengan dakwaan tunggal melanggar pasal 351 Ayat 1 KUHP.

Penulis:Roland
Editor  :Redaksi

Leave A Reply

Your email address will not be published.