Terpidana TPPO PMI Erna Susanti dan Bayinya Jalani Hukuman di Rutan

Ilustrasi
Ilustrasi

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang – Terpidana Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) Erna Susanti, terpaksa menjalani hukuman dengan bayinya yang saat ini tengah berumur 7 bulan.

Terdakwa sebelumya diamankan Polda Kepri dalam kondisi hamil tua, dan melahirkan seorang bayi perempuan setelah ditetapkan tersangka.

Saat ini, bayi perempuan terpidana Erna Susanti telah berumur 7 bulan. Dan karena masih menyusu badan, terpaksa ikut ditahan bersama ibunya di Rumah Tahan (Rutan) Kelas I A Tanjungpinang.

Kasi Pelayanan Tahanan Rutan Kelas I Tanjungpinang, Muhammad Setia Hadi, membenarkan adanya tahanan Ibu dan bayinya di rutan tersebut.

Ia mengatakan, Bayi tersebut terpaksa ikut ibunya menjalani hukuman di rutan karena ibunya masih menjalani hukuman.

“Bayi tersebut adalah anak dari narapidana Perdagangan Migran Indonesia (PMI) atas nama Erna Susanti, saat ini bayi berumur 7 bulan,” kata Hadi, Sabtu (3/8/2022).

Hadi menyampaikan bahwa ibu yang ditahan, sebelumnya telah mengajukan, bayinya itu, ikut bersamanya di rutan.
Sehingga, pihaknya tidak bisa menolak karena anak tersebut masih menyusui.

Ia memaparkan untuk bayi diperbolehkan di rutan untuk dibawa oleh ibunya karena masih membutuhkan ASI sampai selesai ASI eksklusif hingga umur 2 tahun.

“Pelayanan yang kita beri yaitu ruangan menyusui dan bidan yang siap melakukan pengecekan kesehatan bayi tersebut,” paparnya.

Namun untuk yang lainnya diserahkan ke keluarga narapidana, seperti popok, susu dan perlengkapan bayi lainnya.

Hadi memaparkan saat ini untuk jumlah Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Rutan Tanjungpinang seluruhnya berjumlah 325 orang, diantaranya laki-laki 301 orang dan perempuan 23 orang.

Diketahui bahwa napi Erna Susanti divonis Majelis Hakim PN Tanjungpinang terbukti bersalah mengirimkan PMI ke luar negeri secara Illegal.

Terdakwa dinyatakan terbukti melanggar dakwaan alternatif kedua,pasal 81 Jo Pasal 69 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 18 tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran sebagaimana diubah dengan UU RI Nomor 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja Jo Pasal 55 ayat (1) ke- 1 KUHP.

Napi Erna Susanti dihukum pidana selama 3 tahun penjara dan denda Rp. 1 miliar subsider 2 bulan kurungan penjara.

Saat ini perkara terdakwa Susanti belum incrhat karena Kejari Bintan mengajukan banding ke PT.Pekanbaru atas putusan Hakim PN Tanjungpinang.

Penulis: Roland
Editor: Redaksi

Leave A Reply

Your email address will not be published.