Korupsi Dana APBDes Kades Dan Sekdes Matak Divonis 1 Tahun Penjara

Korupsi dana APB-Desa, Kepala Desa (Kades) Matak terdakwa Awaluddin dan Sekretaris Desa (Sekdes) Matak terdakwa Fendi Surya Irawan dihukum 1 tahun penjara.
Korupsi dana APB-Desa, Kepala Desa (Kades) Matak terdakwa Awaluddin dan Sekretaris Desa (Sekdes) Matak terdakwa Fendi Surya Irawan dihukum 1 tahun penjara. (Foto:Roland)

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang – Korupsi dana APBDes, Kepala Desa (Kades) Matak terdakwa Awaluddin dan Sekretaris Desa (Sekdes) Matak terdakwa Fendi Surya Irawan, dihukum 1 tahun penjara.

Putusan ini dibacakan Majelis Hakim, Risbarita Simarangkir didampingi Hakim Ad-Hoc Tipikor Syaiful Arif dan Albiferi di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang, Kamis(8/9/2022) sore.

Dalam putusannya, Hakim, menyatakan kedua terdakwa terbukti korupsi, menyalahgunakan sarana jabatan yang ada padanya untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi hingga merugikan keuangan negara.

Hal itu sebagaimana dakwaan subsidair Jaksa, melanggar pasal 3 ayat 1 Jo Pasal 18 ayat 1 Undang-undang Republik Indonesia No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dan ditambah dengan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 Jo pasal 55 ayat (1) ke- 1 KUHP.

Related Posts

“Menghukum kedua terdakwa dengan hukuman pidana penjara selama 1 tahun penjara,” kata hakim.

Selain hukuman pokok, terdakwa Awaludin juga dihukum membayar denda sebesar Rp 50 juta subsider 2 bulan kurungan penjara. Mengembalikan Uang Pengganti (UP) kerugian Negara sebesar Rp 221 juta sebagaimana yang telah dikembalikan dan disetorkan terdakwa ke Kas negara.

Atas putusan itu, terdakwa menyatakan menerima, sementara Kepala Cabang kantor Kejaksaan Negeri Natuna di Tarempa, Roy Huffington Harahap yang diwakili Jaksa Penuntut Umum (JPU) Bambang Wiradhany menyatakan pikir-pikir.

Sebelumnya, terdakwa Awaluddin dan Fendi Surya Irawan ini, ditetapkan Polres Natuna sebagai Tersangka atas penggunaan dana Desa pada sejumlah kegiatan yang pembangunan menggunakan dana Desa Matak tahun 2019.

Sejumlah kegiatan yang dikorupsi kedua terdakwa dari dana Desa itu, diantaranya kegiatan pekerjaan penimbunan lapangan serba guna, pekerjaan parit, kegiatan renovasi kantor desa dan pembangunan tempat pembuangan sampah yang tidak sesuai dengan besaran alokasi anggaran yang digunakan. Akibat perbuatanya, mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp 211.636.726,-.

Penulis :Roland
Editor   :Redaktur

Leave A Reply

Your email address will not be published.