Nakhoda KM.Rizki Baru Dituntut 5 Tahun Penjara di PN Karimun

Kasus Penyeludupan Mikol, Komandan Lantamal IV Tanjungpinang, Laksamana Pertama TNI Dwika Tjahja Setiawan menandatangani Berita acara Penyerahan Berkas Perkara dan Barang Bukti 6.750 botol Mikol Ilegal ke Kanwil DJBC Kepri (Foto:Kadispen Lantamal IV Tanjungpinang)

PRESMEDIA.ID, Karimun – Nakhoda Kapal KM.Rizki Baru terdakwa Sumar bin (alm) Daim, dituntut 5 tahun penjara atas perkara penyeludupan 900 Kardus Minuman beralkohol.

Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejati Kepri Nixon Andres Lubis, mengatakan tuntutan terhadap terdakwa, dibacakaan Jaksa Penuntut Umum Kejati Kepri dan Kejari Karimun di PN Tanjungbalai Karimun pada Rabu (7/9/2022) minggu kemarin.

Dalam tuntutanya lanjutnya, Jaksa penuntut Umum Kejati Kepri Edi Prabudi bersama Jaksa dari Kejaksaan Negeri Karimun, menyatakan, Terdakwa Sumar bin (alm) Daim selaku Nakhoda KM.Rizki Baru terbukti mengangkut barang impor 900 Karton Minuman beralkohol yang tidak tercantum dalam manifest kapal dari Luar Negeri ke Indonesia, sebagaimana dakwaan Pasal 7A ayat (2), Pasal 102 huruf a Undang-undang Nomor 17 Tahun 2006 Tentang Perubahan Atas Undang-undang Nomor 10 Tahun 1995 Tentang Kepabeanan.

“Terdakwa Sumar bin (alm) Daim selaku Nakhoda KM.Rizki Baru dituntut selama 5 tahun Penjara,” ujarnya di Tanjungpinang, Senin (12/9/2022).

Sebelumnya, KM.Rizki Baru terdakwa Sumar bin (alm) Daim, ditangkap Tim Patroli BC 20008, Kanwil Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Khusus Kepulauan Riau bersama muatan 900 karton Minuman Beralkohol berbagai merek di perairan pulau Mapur-Bintan pada Jumat (25/3/2022) lalu.

Dari pemeriksaan yang dilakukan Tim Patroli, didapati muatan Ratusan Botol Minuman beralkohol didalam 900 karton muatan KM.Rizki Baru.

Dari pengakuan ABK dan Nahkoda, Ratusan Botol Minuman Beralkohol tanpa cukai dan tidak memiliki manifes barang itu, diangkut dari Jurong Singapura mau menuju Sumatera Selatan.

Sedangkan administrasi data manifest barang, Kru dan Nahkoda kapal mengakui tidak memiliki, demikian juga dengan lekatan pita cukai sebagai tanda pelunasan pajak cukai Minuman Mengandung Etil Alkohol yang diimpor dari luar negeri itu, juga tidak ditemukan tim penyidik Bea dan Cukai.

Atas temuan itu selanjutnya, Tim Bea dan Cukai, menarik dan memproses pelanggaran UU Pabean dan Cukai pada nakhoda kapal yang digunakan sebagai sarana pengangkut Minuman Beralkohol dari luar itu, ke Kanwil DJBC khusus Kepri di Karimun.

Penulis:Presmedia
Editor  :Redaksi

Leave A Reply

Your email address will not be published.