Mahasiswa Kecewa Sikap Gubernur Ansar Dukung Kenaikan BBM dan Naikan Tarif Transportasi

*Ini Tanggapan Gubernur Ansar Atas Unras Mahasiswa Tolak Kenaikan Harga BBM

Unjukrasa tolak kenaikan Harga BBM, Mahasiswa mengaku kecewa sikap Gubernur Kepri Dukung Kenaikan BBM dan Naikan Tarif Transportasi di Kepri
Unjukrasa tolak kenaikan Harga BBM, Mahasiswa mengaku kecewa sikap Gubernur Kepri Dukung Kenaikan BBM dan Naikan Tarif Transportasi di Kepri (Foto:Roland) 

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang- Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam berbagai organisasi, mengaku kecewa dengan sikap Gubernur Kepri Ansar Ahmad yang mendukung kenaikan harga BBM dan menaikan tarif angkutan transportasi Umum di Kepri.

Hal itu dikatakan mahasiswa, saat menggelar aksi unjuk rasa menolak kenaikan harga BBM dan tarif angkutan transportasi umum di kantor Gubernur Kepri, Selasa (13/9/2021).

Sejumlah organisasi mahasiswa yang turun menggelar aksi unjuk rasa ke Kantor Gubernur Kepri ini terdiri dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan Himpunan Mahasiswa Islam Indoenasia (HMI) Tanjungpinang dan Bintan.

Ketua Umum GMNI Heri Purba mengatakan, pihaknya mengaku heran, Gubernur Kepri ikut mendukung kenaikan harga BBM. Hal itu terlihat dari kebijakan Gubernur Ansar dalam menetapan kenaikan tarif angkutan umum di provinsi Kepulauan Riau.

“Kita merasa sedih, apakah tidak ada opsi lain. Dimana kebijakan kenaikan BBM diaminkan Gubernur Kepri dengan menaikan tarif angkutan umum,” ungkap mahasiswa ini saat menggelar unjuk rasa menolak kenaikan BBM di kantor gubernur Kepri.

Ditempat yang sama, Ketua Umum PMII, Muhammad Saffar, mengatakan kenaikan BBM yang dilakukan pemerintah, memicu kenaikan harga pokok lainnya dan kebijakan itu tidak memihak kepada masyarakat.

“Kami Mahasiswa turut kecewa dengan Gubernur Kepri, karena tidak berani turun untuk menemu mahasiswa yang berunjuk rasa ke kaantor Gubernur ini,” ujarnya.

Selain itu, Ketua Umum GMKI Herman Siagian, menegaskan pihaknya akan menggelar aksi kembali untuk menolak kenaikan BBM dan tarif angkutan umum di Kepri itu.

Sementara itu, Jefrianto Ketua Umum HMI menyatakan akan menurunkan masa yang lebih banyak lagi, dalam aksi unjuk rasa yang akan dilakukan mendatang.

“Apa susahnya temui kita, kita hanya sampaikan aspirasi masyarakat sebab kebijakan ini menyengsarakan masyarakat,” tegasnya.

Gubernur Ansar Atas Unras Mahasiswa Tolak Kenaikan Harga BBM

Menanggapi pernyataan Mahasiswa itu, Gubernur Kepri melalui Kepala Dinas Kominfo Kepri Hasan mengatakan, kebijakan penyesuaian kenaikan BBM yang dilakukan pemerintah merupakan kebijakan Nasional

Pemerintah lanjutnya, telah memutuskan untuk menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite dan Solar Subsidi. Dan kenaikan harga ini, memang tidak sejalan dengan turunnya harga minyak mentah dunia yang saat ini berada di bawah level US$ 100 per barel atau sekitar US$ 90 per barel.

“Namun emerintah juga pasti sduah menghitung secara matang dan cermat, terkait berapa kenaikan yang wajar sehingga tidak terlalu menggerus daya beli atau tidak terlalu menimbulkan inflasi,” ujarnya.

Kebijakan ini (Penyesuaian Kenaikan harga BBM-red) lanjut Hasan, juga dibarengi dengan kebijakan pemerintah dan Pemerintah Daerah (Pemda) melalui program pemberian subsidi BLT Bansos kepada masyarakat atas kenaikan BBM l.

“Pemberian subsidi BLT ini, dilakukan pada masyarakat yang terdata dalam DTKS kementerian sosial sebagai bentuk kehadiran negara untuk masyarakat,” pungkasnya.

Penulis :Roland
Editor   :Redaksi

Leave A Reply

Your email address will not be published.