Satgas Pengawas Perikanan Bintan Luncurkan Call Center Pengaduan Pukat Trawl Pukat Mini dan Cantrang

*Liat Pukat Trawl dan Cantrang di Laut Bintan Lapor ke Nomor 0811-707-3344

Call center Pengaduan dan pelaporan Pukat Trawl, Mini Trawl dan Cantrang Satgas Perikanan Bintan (Foto: Hasura)
Call center Pengaduan dan pelaporan Pukat Trawl, Mini Trawl dan Cantrang Satgas Perikanan Bintan (Foto: Hasura)

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang – Satuan Tugas (Satgas) Pengawasan dan Pengamanan Perikanan Bintan membentuk Call Center Pengaduan terhadap aktivitas penangkapan ikan dengan kapal pukat trawl, mini trawl dan cantrang di Perairan Laut kabupaten Bintan.

Bagi nelayan dan masyarakat Bintan yang melihat aktivitas Kapal yang menggunakan alat Tangkap Pukat Trawl, Mini trawl, Cantrang di Laut Bintan, dapat melapor dan menghubungi Nomor: 0811-707-3344.

Kepala dinas Perikanan Bintan Fachriansyah, mengatakan pembentukan Call Center Pengaduan itu merupakan tindak lanjut dari Pembentukan Satgas Pengawas dan Pengamanan Perikanan Bintan yang di ketua Plt. Sekda Bintan dan wakil ketua Kasat Reskrim Polres Bintan.

“Melalui kontak call center ini, masyarakat dapat menghubungi dan memberikan aduan dan laporan, jika menemukan aktivitas penangkapan ikan dengan Alat Penangkap Ikan (API) pukat trawl, mini trawl dan cantrang,” katanya.

Fachriansyah juga mengatakan, Dengan dibentuknya Satgas Pengawas dan Pengamanan Perikanan Bintan itu, sangat diperlukan peran serta masyarakat khususnya para nelayan sebagai “Mata dan Telinga” dalam mengawasi segala aktivitas perikanan khususnya di laut Bintan.

“Maka kalau masyarakat dan nelayan melihat kapal Pukat trawl dan Cantrang di laut Bintan bisa menghubungi call center dengan nomor 0811-707-3344. Nomor kontak tersebut dapat dihubungi melalui telepon seluler biasa maupun layanan jejaring sosial Whatsapp,” ujarnya.

Admin Satgas Pengawas lanjutnya akan standby setiap saat, dan siap menindaklanjuti setiap aduan dan laporan Masyarakat dan Nelayan.

“Kalau ada aduan dan laporan, kami akan langsung ditindaklanjuti, melalui instansi terkait yang bergabung di Satgas Pengawas dan Pengamanan Perikanan,” jelasnya.

Plt Bupati Bintan Roby Kurniawan juga mengatakan, dengan Call center yang dibentuk, seluruh masyarakat bisa melaporkan, jika melihat aktivitas alat tangkap terlarang. Baik itu kapal pukat trawl, mini trawl maupun cantrang.

“Hubungi segera call center yang disediakan. Nanti langsung ditangani, karena semua mekanisme bisa dilaksanakan melalui instansi yang berwenang,” sebutnya.

Roby juga menghimbau agar semua masyarakat khususnya nelayan sama-sama menjaga laut Bintan dengan aktivitas Alat Penangkap Ikan (API) seperti, pukat trawl, mini trawl dan cantrang.

Melalui forum Satgas Pengawasan yang dibentuk, lanjutnya Roby, akan dilakukan penertiban dan pembinaan melalui seluruh instansi terkait.

Roby juga mengatakan, semenjak Forum Satgas Pengawas dan Pengamanan Perikanan Bintan itu dibentuk, Nelayan mengakui, jika saat ini aktivitas pukat trawl, mini Trawl dan Cantrang yang sebelumnya marak, saat ini mulai minim.

“Saya tanya ke nelayan melalui WA. Mereka bilang, semenjak ada forum Satgas pengawasan yang dibentuk, aktivitas sangat minim. Tinggal kita lihat lagi kedepannya,” kata Roby.

Roby juga berharap, seluruh Instansi terkait yang tergabung dalam forum Satgas Pengawasan perikanan Bintan, akan dapat melaksanakan fungsinya secara maksimal sesuai dengan wewenang masing-masing.

Sebab lanjutnya, Kegiatan penangkapan ikan secara ilegal (Illegal fishing) serta melalui alat penangkapan ikan yang dilarang, akan merugikan nelayan dan menyebabkan kerugian besar terhadap kelestarian ekosistem perairan laut.

“Kita juga berikan pemahaman apabila ada didapati ikan hasil tangkapan dengan alat cantrang dan mini trawl di pelabuhan. Maka Nelayan tersebut akan dilakukan pembinaan,” ucapnya.

Apabila sudah diberikan pembinaan lanjutnya, tetapi Nelayan atau Pengusaha kapal tidak berubah maka, akan dilakukan penindakan melalui Satgas.

“Tindak tegas terhadap nelayan dan Pengusaha yang menggunakan API yang dilarang dilakukan sesuai dengan aturan dan regulasi. Sehingga masyarakat kita sendiri khususnya nelayan Bintan tidak resah saat menangkap Ikan di laut kita sendiri,” tutupnya.

Penulis: Hasura
Editor: Redaksi

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.