Plt.Bupati dan Pj Sekda Bintan Hormati Proses Hukum Dua Pejabatnya Tersandung Kasus Korupsi

Mantan Kadis dan Plt Kadis Perkim Bintan Hery Wahyu dan Bayu Wicaksono saat sedang berbincang sebelum menghadapai Kasus hukum dugaan Korupsi
Mantan Kadis dan Plt Kadis Perkim Bintan Hery Wahyu dan Bayu Wicaksono saat sedang berbincang sebelum menghadapi Kasus hukum dugaan Korupsi (Foto:Hasura)

PRESMEDIA.ID, Bintan – Prihatin dengan dua pejabatnya di dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Bintan tersandung kasus hukum dugaan korupsi. Plt.Bupati dan Pj.Sekda Bintan kirim doa dan menyatakan, menghormati proses hukum yang berlaku.

Hal itu dikatakan Plt Bupati Bintan Roby Kurniawan dan Pj Sekda Bintan Rony Kartika, menanggapi proses hukum yang dihadapi Plt Kadis Perkim Bintan Bayu Wicaksono dalam kasus dugaan korupsi pembangunan Jembatan Tanah Merah Desa Penaga Kecamatan Teluk Bintan.

“Kita menghormati keputusan hukum yang ada di negara ini. Tentunya, dalam prosesnya juga ada praduga tidak bersalah. Maka kita tunggu apapun hasilnya nanti,” ujar Roby pada wartawan di Gedung DPRD Bintan Rabu (14/9/2022).

Terhadap ASN yang sudah menjalani proses hukum dan kasusnya sudah memiliki kekuatan hukum tetap lanjut Roby, maka proses status kepegawaiannya akan ditangani dan ditindaklanjuti oleh pemerintah.

“Kalau dinyatakan bersalah berdasarkan Putusan Pengadilan dan sudah berkekuatan hukum tetap, Maka setiap ASN kita ajukan pemecatan,” ujarnya.

Di tempat terpisah, Pj.Sekda Bintan, Rony Kartika juga mengatakan, akan mengikuti aturan yang berlaku.

“Jika Plt.Kadis Perkim Bayu Wicaksono memang harus menjadi bagian yang memberikan keterangan dalam kasus dugaan korupsi, diminta tetap mengikuti prosedur dan mekanisme hukum yang ada,” ujarnya.

Atas peristiwa yang dihadapi Plt.Kadis Perkim Bintan itu, Rony juga menyatakan memberikan dukungan moral.

Dan kepada Bayu, diminta tegar untuk menghadapi semuanya. Karena ini dinamika yang memang harus diselesaikan, agar terang benderang. Jadi berikanlah keterangan yang sepenuhnya diketahui.

“Doa kita kepada beliau agar tetap semangat,” ucapnya Rony.

Sebelumnya, pelaksana Tugas (Plt) Kepala dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Bintan Bayu Wicaksono, juga meminta doa atas pemeriksaanya sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dalam dugaan Korupsi pembangunan Jembatan Tanah Merah Desa Penaga Kecamatan Teluk Bintan.

Bayu juga mengakui, jika dirinya sebagai PPK dalam dugaan korupsi proyek Jembatan itu, sudah dua kali dipanggil dan diperiksa penyidik Jaksa. Dan selaku warga negara yang baik, Dia Juga mengaku akan mengikuti proses hukum yang berlaku.

“Saya menghargai segala proses yang sedang berjalan. Mulai dari penyelidikan sampai dengan penyidikan,” ujarnya.

Sebelumnya, Penyidik Kejaksaan tinggi Kepri meningkatkan status Penyelidikan dugaan korupsi Rp17,05 Miliar proyek Pembangunan Jembatan Badan Pengusahaan Kawasan (BP.Kawasan) di Tanah Merah Kabupaten Bintan 2018-2019 ke Penyidikan.

Namun hingga saat ini, tim Penyidik Kejati Kepri belum menetapkan siapa tersangka dalam dugaan kasus Korupsi yang merugikan Negara hingga RpRp.11.663.260.722,- itu.

Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Kepri Nixon Andreas Lubis mengatakan, hingga saat ini tim penyidik Kejati Masih terus melakukan penyidikan terhadap dugaan korupsi Proyek Jembatan tersebut.

“Sebelumnya, sejumlah saksi fakta seperti pejabat dan pihak ketiga (Kontraktor-red) dalam Proyek ini sudah diperiksa. Saat ini penyidik juga masih memeriksa saksi ahli,” ujarnya.

Selain pemeriksaan saksi ahli, Penyidik Kejati Kepri juga masih menunggu hasil audit nilai Kerugian Negara (NK) dari tim Auditor.

Penulis:Hasura
Editor  :Redaksi

Leave A Reply

Your email address will not be published.