Ansar Minta Ibu-Ibu di Kepri Tanam Cabe dan Sayur di Pekarangan

Gubernur Kepri H. Ansar Ahmad
Gubernur Kepri H. Ansar Ahmad

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang – Tingginya harga bahan pokok khususnya sayur-mayur, cabe dan bahan lainya menjadi penyebab kenaikan inflasi Kepri hingga 6.00 persen.

Atas hal itu, pemerintah daerah kewajiban warga menanam sayur-mayur, cabe dan bahan lainya di masing-masing pekarangan rumah.

Gubernur Kepri Ansar Ahmad, bahkan secara khusus meminta agar seluruh ibu-ibu di Kepri menanami pekarangannya dengan sejumlah tanaman, seperti cabe, sayur dan bahan dapur lainya.

“Untuk jangka pendek, kita meminta Ibu-ibu memanfaatkan pekarangan rumah dan menanami cabe, sayur dan tanaman lainya. Kita akan menyediakan bibit, pupuk serta pembinaan. Masak cabe rawit aja kita harus beli ke pasar,” ujar Ansar Senin, (19/9/2022) kemarin.

Ansar juga mengakui, program penanaman pekarangan dengan Tanaman Obat Keluarga (Toga) ini, harus menunggu 3-4 bulan mendatang baru panen,

Namun hal itu menurutnya perlu dilakukan Dan, sembari menunggu hasil tanam panen, pemerintah juga akan melaksanakan Operasi Pasar dan monitoring harga serta ketersedian stok pangan.

Selain itu, pemerintah  juga akan melakukan upaya intensifikasi lahan-lahan pertanian yang ada di Kepri agar produktif dan menghasilkan produksi pertanian, dan saat ini sejumlah lahan itu ada di Kundur, Lingga dan Anambas Serta Natuna yang memiliki peluang dalam meningkatkan produksi pertanian Kepri.

Program lain yang dilakukan pemerintah dalam pemulihan ekonomi dan dampak inflasi, juga digelar dengan melaksanakan operasi pasar. Kegiatan operasi pasar itu, dilakukan untuk mengintervensi gejolak harga bahan pokok di sejumlah pasar Kepri.

Gubernur Provinsi Kepri Gubernur Ansar, juga mengaku sedang mengusulkan 3 daerah yang bahan pokok dan komoditinya perlu di standby kan.

Ke tiga daerah itu adalah, Natuna, Lingga dan Anambas. Untuk tidak daerah kepulauan di Kepri ini, akan dipersiapkan stok sejumlah komoditas bahan pokok, khususnya yang memicu Inflasi seperti cabe, bawang, dll.

Dengan ketersediaan komoditas itu, pemerintah dapat menyuplai langsung ke daerah di pulau dengan harga jual dari distributor sehingga berdampak pada penurunan harga pasar.

“Kepada pedagang di pasar dan distributor bahan pangan juga kita menghimbau agar mereka tidak mengambil keuntungan terlalu tinggilah dari penjualan yang dilakukan, khususnya dalam situasi saat ini,” ujarnya.

Selain itu lanjut Ansar, pihaknya juga mendorong pemerintah kabupaten/kota melalui BUMD nya juga dapat melakukan operasi pasar dalam mengintervensi setiap kenaikan harga yang terjadi khususnya bahan pokok di masing-masing daerah.

Penulis: Presmedia
Editor: Redaksi

Leave A Reply

Your email address will not be published.