Kejari Bintan Serahkan LP Dugaan Korupsi Dana Desa Lancang Kuning Ke Inspektorat

Kepala Kejaksaan Negeri Bintan I Wayan Eka Widdyara menyerhakan laporan dugaan korupsi dana Desa Lancang Kuning Bintan ke Inspektorat Bintan
Kepala Kejaksaan Negeri Bintan I Wayan Eka Widdyara menyerhakan laporan dugaan korupsi dana Desa Lancang Kuning Bintan ke Inspektorat Bintan

PRESMEDIA.ID, Bintan- Kejaksaan negeri Bintan menyerahkan laporan dugaan korupsi dana desa Lancang Kuning 2017-2018 ke Inspektorat Kabupaten Bintan.

Penyerahan dugaan korupsi dana desa yang dilaporkan warga ini, dilakukan Kejari Bintan, untuk dilakukan audit dan pemeriksaan guna menentukan ada tidaknya perbuatan melawan hukum (Korupsi-red) dalam penggunaan dana desa di Desa Lancang Kuning Kabupaten Bintan itu.

Kepala kejaksaan negeri Bintan, I Wayan Eka Widya mengatakan, dengan penyerahan laporan dugaan Korupsi yang dilaporkan masyarakat itu. Pihaknya meminta Inspektorat segera melakukan audit penggunaan anggaran Desa Lancang Kuning tersebut.

“Kita sudah serahkan ke APIP Bintan untuk diaudit. Nantinya disitu bisa diketahui, apakah penggunaanya sudah sesuai dengan aturan dan anggaran program seperti yang dilaporkan warga,” ujar I Wayan di Bintan Selasa (21/9/2022)

Jika nantinya didapati ada kerugian negara, lanjut I Wayan, maka pihaknya meminta agar Kades tersebut mengembalikan ke kas daerah.

“Apabila kadesnya masih bermasalah dan tidak mau mengembalikan dana desanya, maka Kami akan koordinasi dengan APIP Bintan untuk melakukan tindak lanjut,” ujarnya.

Terhadap hasil pemeriksaan dan Audit Inspektorat, Pihak Kejari juga meminta apa hasil dari tindak lanjutnya.

“Kami juga nanti akan minta apa hasil dari pemeriksaan dan Audit yang dilakukan APIP, serta sanksi yang diberikan,” jelasnya.

Di Tempat terpisah, Kepala Inspektorat Irma Annisa selaku Ketua APIP Bintan, juga membenarkan Kejari Bintan melimpahkan kasus Desa Lancang Kuning tersebut ke APIP Bintan.

“Kita sudah terima surat dari Kejari Bintan. Dan audit atas dana desa di lancang Kuning itu akan segera kita lakukan ,” katanya.

Ditanya apakah ada sanksi tegas yang dijatuhkan ke kades apabila ditemukan kerugian negara. Irma mengaku akan dilakukan pembinaan dengan meminta kadesnya mengembalikan kerugian negara ke kas daerah.

“Biasanya dalam kasus di desa ini pengembalian,” ucapnya.

Sebelumnya, Kades Lancang Kuning dilaporkan warganya ke Kejaksaan Bintan atas dugaan korupsi anggaran dana Desa Lancang Kuning 2017-2018.

Dalam laporan itu, Warga menyebut telah terjadi dugaan penyelewengan anggaran dana desa 2017-2018 yang dilakukan oleh aparatur desa.

Dugaan penyelewengan dana desa Lancang Kuning itu, disebutkan warga, terjadi pada 3 item program yang didanai APBDes, Namun hingga saat ini tidak berjalan.

Ke tiga Program desa Lancang Kuning yang tidak berjalan itu adalah prograam pengadaan Kelapa Gajah, Pengadaan dan Penggemukan hewan ternak Sapi serta Program budidaya Madu Kelulut.

Penulis:Hasura
Editor  :Redaksi 

Leave A Reply

Your email address will not be published.