Disidang Pekan Depan, Nasib Penahanan 5 Terdakwa Korupsi Tunjangan Perumahan DPRD Natuna Tergantung Hakim PN

Anggota DPRD Kepri Ilyas Sabli yang juga merupakan tersangka dalam dugaan korupsi tunjangan perumahan DPRD Natuna saat keluar dari kantor Kejaksaan Tinggi Kepri karena diberi status tahanan kota (Foto: Roland)
Anggota DPRD Kepri Ilyas Sabli yang juga merupakan tersangka dalam dugaan korupsi tunjangan perumahan DPRD Natuna saat keluar dari kantor Kejaksaan Tinggi Kepri karena diberi status tahanan kota (Foto: Roland)

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang – Lima terdakwa dugaan tindak pidana korupsi tunjangan perumahan DPRD Natuna 2011-2015, akan mulai disidangkan pada Kamis (29/9/2022) pekan depan.

Kelima terdakwa yang akan disidangkan itu adalah, mantan bupati Natuna terdakwa Ilyas Sabli (ES), Raja Amirullah (RA), mantan sekda Natuna Syamsurizon (SZ), Mantan Ketua DPRD Natuna Hadi Chandra (HC) dan mantan Sekwan DPRD M. Makmur (MM).

Humas PN Tanjungpinang Isdaryanto, mengatakan Ketua PN Tanjungpinang telah menetapkan Majelis Hakim yang akan memeriksa dan menyidangkan lima terdakwa dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi tunjangan perumahan DPRD Natuna itu.

Majelis Hakim hakim yang ditunjuk terdiri dari Hakim Anggalanton Boangmanalu sebagai Ketua dan dua hakim adhoc Tipikor Syaiful dan Albiferi

“Untuk waktu persidangannya ditentukan majelis pada Kamis 29 September 2022 mendatang,” kata Isdaryanto, Jumat (23/9/2022).

Disinggung mengenai status tahanan ke Lima Terdakwa, Isdaryanto mengaku belum mengetahui secara pasti sifatnya dan nanti setelah majelis hakim yang ditunjuk menyidangkan perkara tersebut yang akan menentukan.

“Untuk status tahanan ke 5 terdakwa majelis hakim yang menyidangkan lah menentukan, apakah akan ditahan atau tetap mengikuti penetapan yang dilakukan Jaksa,” ujarnya.

Sebelumnya, Jaksa Kejaksaan tinggi Kepri dan kejaksaan Negeri Natuna, melimpahkan bekas lima terdakwa dugaan korupsi tunjangan perumahan DPRD Natuna 2011-2015 ini ke PN sebelumnya 4 tahun mandek dan mengendap di Kejati Kepri.

Atas perbuatanya, Jaksa Penuntut menjerat ke lima terdakwa, dengan pasal 2 jo pasal 3 jo Pasal 18 UU pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU nomor 21 tahun 2001 tentang Pemberantasan tindak pidana korupsi, Jo pasal 55 KUHP.

Penulis: Roland
Editor: Redaktur

Leave A Reply

Your email address will not be published.