Warga Kijang Terjaring OTT Loka POM Seludupkan 3.000 Butir Obat Psikotropika

Petugas Loka POM Tanjungpinang, Resa Aries Munandar (Foto: Hasura)
Petugas Loka POM Tanjungpinang, Resa Aries Munandar (Foto: Hasura)

PRESMEDIA.ID, Bintan – Loka Pengawas Obat dan Makanan (POM) Tanjungpinang berhasil melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) warga Kijang, Kecamatan Bintan Timur ketika melakukan penyeludupan 3.000 butir obat mengandung psikotropika di Kota Tanjungpinang. Namun penyeludup tersebut tidak ditahan melainkan dikenakan wajib lapor.

Petugas Loka POM Tanjungpinang, Resa Aries Munandar, membenarkan jika Loka POM Tanjungpinang berhasil melakukan OTT penyeludupan obat yang mengandung psikotropika. Lokasi OTT itu di Kota Tanjungpinang namun terduga yang memiliki obat mengandung psikotropika itu warg Bintan yang berdomisili di Kijang.

“Beberapa hari lalu kita ada OTT warga Kijang di Tempat Pengiriman Barang atau Ekspedisi di Kota Tanjungpinang. Dia tertangkap memiliki obat mengandung psikotropika,” ujar Resa di Halaman Kejari Bintan, Selasa (27/9/2022).

Terduga ini berinisial M dengan usianya sekitaran 35 tahun. Informasi yang didapat dia hendak mengirimkan paket dengan modus kirim barang yang isinya obat-obatan mengandung psikotropika.

Maka dilakukan penyelidikan dan Jumat (23/9/2022) didapati keberadaan terduga di salah satu tempat pengiriman barang di Kota Tanjungpinang. Disana didapati paket berisi 3.000 butir obat.

“Jadi terduga ini mengirim paket dengan modus kirim barang yang isinya obat-obatan mengandung psikotropika. Kita masih didalami modusnya,” katanya.

Resa mengaku lupa dengan nama atau jenis obat tersebut. Namun obat tersebut digunakan untuk menenangkan pikiran. Kini barang tersebut sudah disita.

Untuk terduga belum dilakukan penahanan melainkan hanya dimintai wajib lapor. Namun dipastikan terduga tidak akan kabur dari wilayah ini sebab pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan kepolisian setempat.

“Karena belum digelar perkara dan juga arahan dari pimpinan. Maka terduga hanya wajib lapor 2 kali seminggu dan kasus ini masih dilakukan pengembangan,” ucapnya.

Penulis: Hasura
Editor: Redaksi

Leave A Reply

Your email address will not be published.