Gerebek Penampungan PMI di Tanjungpinang Polisi Amankan Hr dan 3 PMI asal Banten dan Surabaya

Kasat Reskrim Polresta Tanjungpinang, AKP Ronny Burungudju dan Kaurmintu Aiptu Edison saat memberi keterangan Pers pada wartaan di Tanjungpinng, Selasa (27/9/2022)
Kasat Reskrim Polresta Tanjungpinang, AKP Ronny Burungudju dan Kaurmintu Aiptu Edison saat memberi keterangan Pers pada wartaan di Tanjungpinng, Selasa (27/9/2022) (Foto:Roland) 

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang- Satreskrim Polresta Tanjungpinang merringkus pelaku pengirim Pekerja Migran Indonesia (PMI) Non Prosedural berinisial Hr di rumahnya, Jalan Agus Salim Tanjungpinang sekitar pukul 17.30 WIB, Senin (26/9/2022).

Kasat Reskrim Polresta Tanjungpinang, AKP Ronny Burungudju mengatakan, penangkapan terduga pelaku Hr dilakukan, atas informasi yang diperoleh bahwa rumah milik Hr, dijadikan tempat penampungan PMI Non prosedural di Tugu Pahlawan Kota Tanjungpinang.

“Atas informasi itu, kemudian kami lakukan penyelidikan dan mengamankan pelaku Hr bersama 3 orang PMI asal Banten dan Surabaya yang diduga akan dipekerjakan di Malaysia,” ujar Ronny di Mapolresta Tanjungpinang, Selasa (27/9/2022).

Dari pengakuan ketiga korban, Mereka telah 2 minggu berada di rumah penampungan milik Hr tersebut, dan akan dibawa ke Malaysia melalui pelabuhan ilegal di Tanjung Berakit Bintan.

“Dari pengakuan korban PMI, Mereka juga telah menyerahkan uang senilai Rp6 juta per orang sebagai biaya pengiriman ke Malaysia,” sebutnya.

Dari penggerebekan yang dilakukan, Polisi juga mengamankan barang bukti berupa 4 buah paspor, 4 Buah KTP dan 5 unit handphon serta satu buah ATM.

Saat ini, penyidik masih terus mengembangkan kasus ini, karena dari informasi yang didapat, Hr yang saat ini telah ditetapkan sebagai tersangka, telah mengirimkan beberapa kali PMI non prosedural secara ilegal.

“Tempat penampungan itu adalah rumah yang disewa pelaku dan baru dibayar Rp100 ribu,” ujarnya.

Atas perbuatannya, tersangka Hr dijerat dengan pasal 69 Jo Pasal 81 UU Republik Indonesia Nomor 18 tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia dengan ancaman 10 tahun penjara denda Rp 15 miliar.

Penulis:Roland
Editor   :Redaktur

Leave A Reply

Your email address will not be published.