Disebut Paling Berperan Hadi Chandra Enggan Tanggapi Dakwaan Jaksa

Terdakwa Hadi Chandra, enggan tanggapi dakwaan Jaksa usai menghadiri persidangan di PN Tanjungpinang. (Foto: Roland)
Terdakwa Hadi Chandra, enggan tanggapi dakwaan Jaksa usai menghadiri persidangan di PN Tanjungpinang. (Foto: Roland)

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang – Anggota DPRD Kepri terdakwa Hadi Candra, enggan berkomentar terkait perkara korupsi tunjangan perumahan DPRD Natuna yang menjeratnya serta tugasnya sebagai anggota DPRD Kepri.

Demikian juga, mengenai peranannya yang disebut Jaksa paling dominan dalam penambahan dan penempatan alokasi anggaran tunjangan perumahan DPRD Natuna 2011-2015 hingga mengakibatkan kerugian Negara Rp. 7,7 Miliar.

Kepada wartawan Hadi Candra mengatakan, belum ada komentar karena saat ini masih sidang.

“No komen, belum bisa berbicara, mohon maaf dulu karena masih sidang sekarang ini,” ujarnya pada wartawan sambil berjalan keluar dari gedung PN Tanjungpinang Kamis (29/9/2022).

Sebelumnya, usai pembacaan dakwaan, 5 terdakwa korupsi tunjangan perumahan DPRD Natuna 2011-2015 itu langsung pulang, karena kelima terdakwa dikenakan tahanan kota dalam kasus yang dihadapi.

Sedangkan untuk penahanan ke 5 terdakwa, Majelis Hakim PN Tanjungpinang menyatakan, masih mempertimbangkan.

Sebelumnya, lima terdakwa kasus korupsi tunjangan perumahan DPRD Natuna 2011-2015 ini ditetapkan Kejati Kepri tersangka pada 2017 lalu.

Namun hingga 5 tahun mengendap, Kejati Kepri tak kunjung melanjutkan proses hukumnya.

Selanjutnya pada 2021-2022, Kejati Kepri kembali melanjutkan proses hukum kelima tersangka, dan melimpahkan berkasnya ke PN Tipikor Tanjungpinang untuk disidangkan.

Kelima terdakwa sebelumnya dijerat Jaksa melanggar pasal 2 jo pasal 3 jo pasal 18 UU nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana Korupsi.

Penulis: Roland
Editor: Redaktur

Leave A Reply

Your email address will not be published.