Gubernur Ansar dan Santoni Lapor Luhut Penambahan Investasi Rp. 30 T di KEK Galang-Batang-Bintan

Gubernur Kepulauan Riau H .Ansar Ahmad bersama dengan Direktur PT. Bintan Alumina Indonesia Santoni melakukan pertemuan dengan Menteri Koordinator RI Bidang Kemaritiman dan Investasi (Marvest) Luhut Binsar Panjaitan di Jakarta. (foto: Humas-Kepri)
Gubernur Kepulauan Riau H .Ansar Ahmad bersama dengan Direktur PT. Bintan Alumina Indonesia Santoni melakukan pertemuan dengan Menteri Koordinator RI Bidang Kemaritiman dan Investasi (Marvest) Luhut Binsar Panjaitan di Jakarta. (foto: Humas-Kepri)

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang – Gubernur Kepulauan Riau H.n Ansar Ahmad bersama dengan Direktur PT. Bintan Alumina Indonesia Santoni melakukan pertemuan dengan Menteri Koordinator RI Bidang Kemaritiman dan Investasi (Marvest) Luhut Binsar Panjaitan di Jakarta.

Dalam kesempatan itu, Ansar dan Santoni menyampaikan rencana pengembangan dan penambahan investasi USD 2 miliar atau setara dengan Rp. 30 Triliun di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Galang Batang-Bintan.

Menko Marves Luhut Binsar Panjaitan, menyambut baik rencana penambahan investasi di kawasan KEK Galang Batang itu dan dalam waktu dekat, direncanakan, akan dilaksanakan launching penanaman investasi di kawasan industri alumina Bintan itu.

Sebagaimana diketahui, KEK Galang Batang-Bintan provinsi Kepri, menjadi sentra kawasan industri pengolahan mineral hasil tambang (bauksit) dan produk turunannya melalui proses refinery maupun proses smelter.

Kawasan KEK Galang Batang-Bintan, menjadi salah satu kebanggaan Provinsi Kepri dan Indonesia. Pasalnya, kawasan ini menjadi sumber pendapatan asli daerah (PAD) dan devisa negara melalui usaha yang dilakukan PT. Bintan Alumina Indonesia (BAI).

Gubernur provinsi Kepri Ansar Ahmad mengatakan, dengan pengembangan dan penambahan investasi di kawasan KEK Galang Batang-Bintan ini akan menjadi harapan pada peningkatan ekonomi Kepri ke depan.

Kawasan KEK Galang Batang, lanjut Ansar, akan menjadi contoh pengembangan Industri ramah lingkungan (Green Energy) dan mendorong pertumbuhan ekonomi provinsi Kepri khususnya pulau Bintan.

“Pemerintah Daerah akan terus berkomitmen dan menjamin pelayanan perizinan bagi investor agar pemulihan ekonomi di Kepri bisa lebih cepat melalui penyerapan tenaga kerja,” kata Ansar di Jakarta, Kamis (29/09/2022).

Pemerintah lanjut Ansar, juga meminta Direktur KEK Galang Batang, agar dapat memprioritaskan penyerapan tenaga kerja lokal yaitu anak-anak tempatan dengan memperhitungkan spesifikasi bidang kerjanya.

Diperkirakan KEK Galang Batang akan mampu menyerap tenaga kerja sebesar 23.200 orang, tersebar untuk industri pengolahan refinery sebesar 350 orang, industri pengolahan smelter sebesar 260 orang dan jasa dermaga serta pelabuhan dan kegiatan ikutan (Multiplier effect) di kawasan tersebut.

Oleh sebab itu, Gubernur Ansar menghimbau masyarakat untuk mempersiapkan anak-anaknya agar dapat bekerja di kawasan industri ini.

Termasuk dibahas dalam pertemuan tersebut dukungan dari Menko Marves untuk membantu percepatan penyediaan penambahan kapasitas listrik di kawasan KEK Galang Batang.

Untuk diketahui pada 03 September yang lalu PLN dan PT. BAI telah melakukan kerjasama penyediaan daya listrik sebesar 1.300 megawatt (MW) dengan PT. BAI hingga tahun 2050.

Pasokan daya listrik dari PT. BAI ke PLN itu, akan dilakukan secara bertahap mulai dari 300 MW pada tahun 2026, 500 MW tahun 2027 dan 1.300 MW di tahun 2029-2050.

Dalam penyediaan daya ini, PLN akan mengedepankan pasokan daya dari pembangkit berbasis energi baru terbarukan (EBT) yang potensinya sangat besar di Sumatera.

Dalam pertemuanya dengan Luhut, Gubernur Ansar juga melaporkan percepatan pembangunan bandara Busung di Bintan, yang dari awal dirancang untuk menunjang pariwisata dan industri di Bintan.

Penulis: Presmedia
Editor: Redaksi

Leave A Reply

Your email address will not be published.