Putusan Inkrah Dua Terdakwa Pembunuhan Bos Besi Tua di Tanjungpinang Dihukum Seumur Hidup

Dua terdakwa pembunuh Bos Besi Tua korban Zainuddin, terdakwa Zulkifli alias Joy dan Ariansyah alias Kuntet, didakwa Jaksa melakukan pembunuhan berencana di PN Tanjungpinang (Dok Presmedia.id)
Dua terdakwa pembunuh Bos Besi Tua korban Zainuddin, terdakwa Zulkifli alias Joy dan Ariansyah alias Kuntet, didakwa Jaksa melakukan pembunuhan berencana di PN Tanjungpinang (Dok Presmedia.id)

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang – Putusnya Inkrah atau berkekuatan hukum tetap, Dua pembunuh Bos besi di Tanjungpinang terdakwa Zulkifli alias Joy dan Ariansyah alias Kuntet dihukum seumur hidup.

Putusan Inkrah kedua terdakwa ini dinyatakan PN Tanjungpinang setelah sebelumnya Hakim Pengadilan Tinggi (PT) Pekanbaru menguatkan putusan Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang. Dan atas putusan Hakim PT. Pekanbaru itu, dua terdakwa tidak menyatakan Kasasi atau upaya hukum lain. Hal itu dikatakan humas PN Tanjungpinang Isdaryanto pada media ini, Rabu (5/10/2022).

Isdaryanto, mengatakan Hakim PT. Pekanbaru memutuskan, menghukum terdakwa Zulkifli alias Joy dan Ariansyah alias Kuntet dengan hukuman seumur hidup.

Hakim PT, lanjut Isdaryanto, juga menyatakan menolak permintaan banding kedua terdakwa, menerima permintaan banding dari Penuntut Umum dan menguatkan putusan PN Tanjungpinang nomor 52/Pid.B/2022 PN Tpg.

Putusan ini lanjutnya, dibacakan oleh Ketua Majelis Hakim Aswijon, didampingi Majelis Hakim, Belman Tambunan dan Eris Sudjarwanto di PT. Pekanbaru.

“Putusan PT ini, juga telah kami kirimkan kepada Penasehat Hukum kedua terdakwa dan Jaksa Penuntut Umum (JPU). dan sampai batas waktu yang ditetapkan, kedua terdakwa tidak ada mengajukan kasasi atas putusan PT ini” ujarnya.

Dengan tidak adanya upaya hukum lanjutan dari kedua terdakwa, Maka PN Tanjungpinang menyatakan, putusan hukuman seumur hidup pada dua terdakwa dinyatakan Inkrah atau berkekuatan hukum tetap.

Sebelumnya kedua terdakwa divonis hukuman seumur hidup oleh Majelis Hakim, Boy Syailendra didampingi Hakim anggota Refi Damayanti dan Topan.

Kedua terdakwa dinyatakan terbukti bersalah melakukan, menyuruh melakukan dan turut serta melakukan perbuatan, dengan sengaja dan dengan rencana terlebih dahulu merampas nyawa orang lain, sebagaimana dakwaan primer melanggar pasal 340 KUHP Jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP Jo Pasal 84 ayat 2 KUHAP.

Sementara itu barang bukti, sepeda motor merk Honda NMax, uang tunai Rp. 50 juta, serta uang tunai Rp. 5,2 juta, dua unit handphone Vivo dan Oppo serta perhiasan dan Mobil Toyota Hello warna putih dikembalikan kepada Marlina istri korban.

Sebelumnya, kedua terdakwa Zulkifli bersama dengan Ariansyah melakukan pembunuhan dan perampokan terhadap bos besi tua korban Zainuddin di Bintan. Setelah dibunuh, kedua terdakwa juga mengambil barang milik korban. Sementara Jasad korban dikubur dan Mobilnya di buang ke dalam danau.

Sebelum membunuh korban, Terdakwa Zulkifli sebagai otak pelaku sempat menyusun strategi dengan mengajak terdakwa Ariansyah untuk merampok harta korban.

Saat itu terdakwa Zulkifli menemui Marzuki bapak mertua terdakwa Ariansyah. Kepada mertua Ariansyah, Zulkifli mengaku ingin mengajak Ariansyah untuk merampok korban pada saat membeli besi tua dan korban membawa uang cash dan ATM dengan total Rp. 400 juta.

Kepada Ariansyah, Zulkifli juga menjanjikan hasilnya, nanti akan dibagi dua. Kedua terdakwa akhirnya memutuskan, untuk merampok korban dengan cara menghabisi nyawa korban menggunakan tali.

Kedua terdakwa selanjutnya ditangkap satreskrim Polres Tanjungpinang bersama Dirkrimum Polda Kepri di dua tempat berbeda Riau. Otak Pelaku Zulkifli alias Joy ditangkap di Tembilahan kabupaten Indragiri Hilir-Riau sementara Ariansyah alias Kuntet ditangkap di Riau.

Penulis: Roland
Editor: Redaktur

Leave A Reply

Your email address will not be published.