Polisi Masih Selidiki Penyebab Karyawan Toko Nekat Gantung Diri

Anggota identifikasi Satreskrim Polresta Tanjungpinang saat melakukan olah TKP dan Evakuasi Korban. (Foto: Roland)
Anggota identifikasi Satreskrim Polresta Tanjungpinang saat melakukan olah TKP dan Evakuasi Korban. (Foto: Roland)

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang – Tim Inafis Polresta Tanjungpinang, melakukan Olah Tempat Kejadian (TKP) kematian karyawan Toko Gerald Phordisa Lay Rade (18) tewas gantung diri di lantai 2 belakang rumahnya Jalan Gatot Subroto Gang Putri Desa nomor 33 RT 03 RW 01 Kelurahan Kampung Bulang Kota Tanjungpinang, Pukul 07.05 WIB, Rabu (5/10/2022).

Kasat Reskrim Polresta Tanjungpinang, AKP. Ronny Burungudju melalui Kanit Opsnal Reskrim Polresta Tanjungpinang Ipda. Wira Pratama, mengatakan, hingga saat ini pihaknya masih menyelidiki penyebab korban nekat gantung diri.

Sementara dari hasil penyelidikan, ibu korban sebagai saksi, mengaku terbangun sekitar pukul 01.00 WIB. Saat itu, Ibu korban juga melihat, korban sedang duduk di ruang tamu sambil bermain handphone.

“Ibu korban mengatakan, kalau korban ini sehari-hari berkerja sebagai karyawan Toko Suryadi. Saat itu ibunya sempat bertanya, kenapa belum tidur, oleh korban menjawab “Belum”, sehingga ibunya kembali tidur,” ungkap Wira.

Selanjutnya, sekitar pukul 05.30 WIB, adik korban kemudian dibangunkan oleh neneknya. Saat itu, nenek korban meminta adiknya itu untuk mencari korban yang tidak ada didalam kamarnya.

Saat itu, adiknya mencari dan memanggil-manggil korban diruang belakang, Namun tak ada jawaban.

“Karena korban tidak ada jawaban, adiknya naik tangga dan saat itu dia terkejut, melihat abangnya sudah gantung diri,” jelasnya.

Saat itu, adik korban secara spontan langsung lari ke kamar ibunya untuk memberitahu. Dan atas kejadian itu, selanjutnya pihak keluarga melaporkan ke pihak kepolisian.

“Dari pengakuan ibu korban, anaknya tidak memiliki masalah dan riwayat sakit, tetapi korban mempunyai sifat yang sangat tertutup,” sebutnya.

Dari oleh TKP yang dilakukan, Ipda. Wira Pratama menyebut, pihaknya telah mengevakuasi dan melakukan pengamanan pada sejumlah benda di lokasi. Demikian juga evakuasi terhadap jasad korban ke rumah sakit.

Berdasarkan hasil visum bagian tubuh korban oleh dokter di Rumah Sakit Raja Ahmad Thabib (RS RAT) Tanjungpinang, menyimpulkan, tidak terdapat tanda kekerasan pada korban, terdapat patah tulang leher atas jakun.

“Korban meninggal dunia diperkirakan 2 sampai 8 jam setelah pemeriksaan dan penyebab meninggal akibat gantung diri,” pungkasnya.

Namun mengenai penyebab korban nekat gantung diri, Penyidik Kepolisian sedang berusaha memeriksa HP korban.

Penulis: Roland
Editor: Redaktur

1 Comment
  1. unknown says

    sudah cek ke tempat kerjanya? barangkali ada bukti tertinggal

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d blogger menyukai ini: