Gubernur Kepri Jamu Peserta Konferensi Forum Kerukunan Beragama se-Indonesia

*Ansar: Kepri Menjadi Miniatur Indonesia dalam Keberagamaan dan Toleransi

Gubenrur Kepri Ansar Ahmad saat menyambut kedatangan Peserta Konferensi Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) se-Indonesia di Aula Kantor Gubernur Kepri, Tanjungpinang Provinsi Kepri Rabu (5/9/2022).
Gubenrur Kepri Ansar Ahmad saat menyambut kedatangan Peserta Konferensi Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) se-Indonesia di Aula Kantor Gubernur Kepri, Tanjungpinang Provinsi Kepri Rabu (5/9/2022).

PREDMEDIA.ID, Tanjungpinang – Gubernur Provinsi Kepulauan Riau H. Ansar Ahmad mengatakan, dengan kemajemukan dan keragaman, suku dan agama masyarakat, Kepri menjadi Miniatur Indonesia dalam keberagaman dan toleransi di Indonesia.

Hal itu dikatakan Ansar, ketika menjamu peserta Konferensi Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB)  se-Indonesia di Aula Wan Seri Beni Kantor Gubernur Kepulauan Riau di Pulau Dompak Kota Tanjungpinang Kepulauan Riau, Gedung Daerah Kota Tanjungpinang, Rabu (5/10/2022 ).

Sebagaimana diketahui, Provinsi Kepri menjadi tuan rumah Konferensi FKUB se-Indonesia tahun 2022.

Ansar Ahmad juga mengatakan, Provinsi Kepulauan Riau sebagai daerah terluar NKRI, menjadi pintu gerbang Indonesia bagi negara-negara ASEAN.

Sebagai daerah Kepulauan, Kepri terdiri dari 96 persen Lautan dan hanya 4 persen memiliki daratan. Dari luas daratan itu, Kepri memiliki 2.408 jumlah pulau yang tersebar dari Selat Malaka, Selat Karimata hingga Laut Natuna yang berbatasan langsung dengan hampir semua negara ASEAN.

“Pertumbuhan ekonomi Kepri saat ini secara agregat juga berkontribusi besar terhadap pertumbuhan dan stabilitas ekonomi nasional dalam berbagai sektor,” ujar Ansar.

Kepri dengan 7 kabupaten/kota, pada awalnya didiami oleh masyarakat Melayu, merupakan suku tertua dan terbuka dalam perdagangan sejak zaman Kerajaan Riau-Lingga.

Dengan latar belakang sejarah itu, maka dari dulu masyarakat Melayu, sangat terbuka dan heterogen, dengan berbagai agama, etnis, status sosial dan ekonomi, serta hidup rukun berdampingan dengan suku dan etnis lainya.

Oleh karena itu lanjut Ansar, pemerintah provinsi sebagai perwakilan pemerintah pusat di daerah, terus melakukan pembinaan wawasan kebangsaan, ketahanan nasional, pengamalan pancasila, pelaksanaan UUD 1945, pelestarian bhineka tunggal ika, dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Pemerintah juga terus melakukan pembinaan persatuan dan kesatuan bangsa, pembinaan antar suku, agama, ras dan golongan dalam mewujudkan kerukunan dan stabilitas nasional dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa,” ujarnya.

Oleh sebab itu sebut Ansar, pihaknya mengajak kepada semua pihak untuk merawat kerukunan, menjaga toleransi, harmonisasi, kedamaian, dan keadilan dalam kehidupan sosial masyarakat melalui langkah-langkah terpadu dan sinergis antar pemerintah daerah, instansi vertikal, tokoh dan organisasi masyarakat, dan lain-lain elemen stakeholder.

Kerukunan umat beragama menurut Gubernur Ansar , merupakan hubungan sesama umat beragama yang dilandasi toleransi, saling pengertian, saling menghormati, menghargai kesetaraan dalam pengamalan ajaran agamanya dan kerjasama dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara di dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

“Pembinaan kehidupan kerukunan beragama Provinsi Kepri di kategorikan “baik”, dimana indeks kerukunan umat beragama Provinsi Kepri tahun 2021 telah masuk 10 besar nasional dengan skor 75,5 dan diatas skor nasional.” katanya.

Pencapaian prestasi tersebut menurut Ansar Ahmad tidak terlepas dari peran Kabupaten/Kota, Forkopimda dan elemen masyarakat yang dibentuk dalam forum yang menjadi mitra pemerintah dalam mewujudkan kerukunan antar umat beragama yakni dengan peran-peran FKUB yang selama ini telah menunjukkan eksistensinya.

Penulis: Presmedia
Editor: Redaksi

Leave A Reply

Your email address will not be published.