Pencari Suaka Dilarang Keluar dari Bhadra Resort Karena Ganggu Kamtibmas Demo Hingga Malam

Ratusan Pencari Suaka Dipaksa Naik Ke bus dan kendaraan untuk di pulangkan ke Bhadra Resort
Ratusan Pencari Suaka Dipaksa Naik Ke bus dan kendaraan untuk di pulangkan ke Bhadra Resort

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang – Ratusan Warga Negara Asing (WNA) pencari Suaka di Bintan, dilarang keluar dari penampungan Bhadra Resort Bintan, untuk melakukan aksi demo ke kantor perwakilan UNHCR di Tanjungpinang.

Larangan Warga Negara Asing pencari suaka keluar dari Bhadra Resort Bintan, ini dikatakan Kapolresta Tanjungpinang, IOM, UNHCR serta Kementerian Hukum dan HAM Kepri di Tanjungpinang.

Larangan Pencari Suaka itu keluar, karena dianggap sering mengganggu keamanan dan ketertiban hingga menimbulkan reaksi dari masyarakat di Tanjungpinang.

Kapolresta Tanjungpinang, Kombes Pol Heribertus Ompusunggu, mengatakan pelarangan warga asing pencari suaka itu keluar dari Bhadra Hotel dilakukan berdasarkan kesepakatan dan rapat koordinasi dengan intansi terkait diantaranya IOM, UNHCR, Kemenkumham Kepri.

“Unjuk rasa malam ini sudah dua kali dilakukan oleh para pencari suaka, maka dari itu berdasarkan kesepakatan dari instansi dan lintas sektoral IOM dan UNHCR, mereka dilarang keluar dari tempat penampungan Bhadra Resort,” kata Heribertus usai memulangkan ratusan pencari suaka yang berunjuk rasa di Kantor UNHCR Km 7 Tanjungpinang, Rabu (6/10/2022).

Dari data dan pengamanan yang dilakukan kata Heri Bertus, beberapa kali aksi unjuk rasa pencari suaka di Tanjungpinang, telah melampaui batas waktu yang telah ditetapkan oleh undang-undang untuk menyampaikan pendapat di muka umum.

Selain itu, aksi unjuk rasa yang dilakukan pencari suaka di kantor perwakilan UNHCR di Tanjungpinang itu, juga mendapat protes dari masyarakat sekitar bahkan beberapa kali terjadi bentrok.

Selama ini kata Heri Bertus, pihaknya dari aparat gabungan, juga telah mengingatkan berkali-kali tentang aturan unjuk rasa, namun oleh pencari suaka itu tidak mau mengindahkan.

“Atas hal itu, rapat koordinasi dengan instansi terkait menyatakan, WNA pencari suaka ini dilarang melakukan Aksi unjuk rasa, untuk mengantisipasi keamanan dan ketertiban masyarakat,” sebutnya.

Upaya pelarangan, akan dilakukan dengan tidak memperbolehkan seluruh pencari suaka itu keluar dari Bhadra Resort untuk melakukan Demo.

“Jika mereka (pancari suaka-red) keluar dari Resort Bhadra melakukan aksi demo. Maka kami dari Polres Bintan dan Tanjungpinang akan menyekat dan meminta mereka kembali ke Resort Bhadra,” sebutnya.

Sebagaimana diketahui, ratusan warga negara asing di Penampungan IOM Bhadra Resort, beberapa kali melakukan aksi demo ke kantor perwakilan UNHCR di Tanjungpinang.

Ratusan pencari Suaka ini, meminta UNHCR untuk segera mengirim mereka ke negara ketiga.

Atas tuntutan ini, UNHCR menyatakan jika proses penetapan sejumlah pencari suaka itu masih diproses dan harus berdasarkan permintaan negara penampung.

Penulis: Roland
Editor: Redaktur

Leave A Reply

Your email address will not be published.