Imigrasi Tanjungpinang Mulai Layani Pembuatan Paspor 10 Tahun

Kepala Imigrasi Kelas I Tanjungpinang, Khairil Mirza saat mengecek masyarakat yang membuat Paspor di Imigrasi Tanjungpinang (Foto: Roland)
Kepala Imigrasi Kelas I Tanjungpinang, Khairil Mirza saat mengecek masyarakat yang membuat Paspor di Imigrasi Tanjungpinang (Foto: Roland)

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang – Imigrasi kelas I Tanjungpinang akhirnya mulai melayani pengurusan paspor dengan masa berlalu 10 tahun.

Kepala Imigrasi Kelas I Tanjungpinang, Khairil Mirza mengatakan, Direktorat Jenderal Imigrasi telah resmi menetapkan paspor RI dengan masa berlaku paling lama 10 (sepuluh) tahun terbit mulai hari ini.

“Juklak dan Juknis dari Dirjen Imigrasi pusat sudah ada, dan berdasarkan rilis pusat, penerapan masa berlaku paspor yang baru ini didasarkan pada Pasal 2A Peraturan Menteri Hukum dan HAM RI (Permenkumham) Nomor 18 tahun 2022 yang diundangkan di Jakarta, Kamis (29/9/2022) lalu,” ujarnya di Tanjungpinang Rabu (12/10/2022).

Alhamdulillah, dengan kebijakan ini, maka imigrasi Tanjungpinang akan mulai melayani pengurusan Paspor dengan masa berlaku 10 tahun mulai hari ini.

Ia meminta dukungan dan saran selama masa transisi tersebut agar imigrasi dapat memberikan pelayanan terbaiknya kepada masyarakat.

Sementara itu, saat ini aturan mengenai biaya Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) paspor sedang dalam pembahasan dengan melibatkan stakeholder terkait.

Masyarakat masih akan membayar biaya yang sama dengan sebelumnya, yaitu Rp. 350 ribu untuk paspor biasa non elektronik dan Rp. 650 ribu untuk paspor biasa elektronik.

“Biaya permohonan paspor ini berlaku hingga peraturan berikutnya diterbitkan kemudian. Jika ada perubahan PNBP maka kami akan sampaikan ke masyarakat,” paparnya.

Perlu diketahui bahwa dalam Pasal 2A ayat (2) Permenkumham 18 tahun 2022 disebutkan, paspor biasa (elektronik dan non elektronik) dengan masa berlaku paling lama 10 tahun hanya diberikan kepada Warga Negara Indonesia yang telah berusia 17 tahun atau sudah menikah.

“Tidak berlaku kepada anak dibawah 17 tahun ini berlaku 5 tahun, pengaruh ke wajah ketika masih anak anak berbeda jika 10 tahun. Ini pertimbangan juga,” jelasnya.

Selain kategori tersebut, paspor diberikan untuk jangka waktu 5 (lima) tahun. Khusus bagi Anak Berkewarganegaraan Ganda (ABG), masa berlaku paspor juga akan menyesuaikan dengan jangka waktu hingga sang anak diwajibkan memilih kewarganegaraannya.

Ia menyebutkan sebagai contoh apabila usia ABG adalah 18 tahun saat penggantian paspor, maka masa berlaku paspor menjadi 3 tahun atau hingga Ia menginjak usia 21 tahun.

Usia tersebut merupakan batas maksimal ABG untuk menentukan kewarganegaraannya.

Peraturan Menteri Hukum dan HAM Nomor 18 Tahun 2022 merupakan perubahan dari Permenkumham Nomor 8 tahun 2014 tentang Paspor Biasa dan Surat Perjalanan Laksana.

“Saya yakin masyarakat sangat gembira mendengar kabar ini tidak perlu repot kali untuk 5 tahun sekali hari mengurus paspor,” pungkasnya.

Salah satu masyarakat Tanjungpinang, Yuda mengatakan belum mengetahui bahwa masa berlaku paspor dari 5 tahun menjadi 10 tahun.

Ia mengatakan bahwa jika 10 tahun maka sangat senang karena tidak perlu sibuk untuk melakukan perpanjangan paspor.

“Apalagi saat ini gampang untuk membuat paspor melalui aplikasi online dan tak susah,”ucapnya.

Yuda membuat paspor karena untuk berkunjung ke rumah keluarga yang ada di Malaysia.

Menurutnya untuk biaya PNBP masih sama seperti dulu untuk paspor biasa sebesar Rp. 350 ribu.

Penulis: Roland
Editor: Redaktur

Leave A Reply

Your email address will not be published.