Bupati Roby Kesal dan Kecewa Terhadap Pelayanan RSUD Bintan

*Bupati Roby Ancam Evaluasi Manajemen RSUD Bintan Jika Tidak Ada Perbaikan

Bupati Bintan Roby Kurniawan saat menyerahkan bantuan monitor pelayanan berobat ke staf RSUD Bintan (Foto: Hasura)
Bupati Bintan Roby Kurniawan saat menyerahkan bantuan monitor pelayanan berobat ke staf RSUD Bintan (Foto: Hasura)

PRESMEDIA.ID, Bintan – Bupati Bintan Roby Kurniawan kembali kesal dan kecewa terhadap pelayanan dan kinerja jajaranya di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bintan.

Mengapa tidak, ketika Bupati Bintan ini datang mengunjungi RSUD Bintan untuk menyerahkan bantuan monitor pelayanan berobat masyarakat, Pimpinan (Direktur) RSUD Bintan dan Pegawai bidang pelayanan yang bertanggung jawab terhadap rekam medik di RSUD Bintan itu tidak ada ditempat.

Sehingga, Roby mengaku bingung ke siapa monitor pelayanan berobat masyarakat itu mau diserahkan. Hal itu dikatakan Roby, di RSUD Bintan, Kijang Kota, Kecamatan Bintan Timur, Rabu (19/10/2022).

Tragisnya, kehadiran Bupati di RSUD Bintan saat itu, seperti tidak ditanggapi oleh pihak rumah sakit.

Bahkan, ketika Bupati itu berkeliling rumah sakit tidak ada pihak rumah sakit yang mendampingi.

Setelah setengah jam berkeliling dan menemui warga yang sedang berobat, Akhirnya beberapa staf rumah sakit muncul dan saat itu, Bupati Bintan itu langsung menyerahkan empat monitor ke staf rumah sakit tersebut.

Kepada Media, Roby mengatakan, sangat menyayangkan buruknya pelayanan di RSUD Bintan itu. Padahal, RSUD Bintan itu menjadi satu-satunya tempat berobat masyarakat di Bintan, sebelum dirujuk ke Tanjungpinang.

“Kemarin saya melakukan sidak ke RSUD ini terkait dengan keluhan pelayanan yang kurang maksimal, pihak rumah sakit beralasan ketersediaan monitor pelayanan untuk mendukung sistem online masih kurang empat unit. dan pengadaan anggaran rumah sakit belum ada,” ujar Roby.

Sekarang lanjutnya, Dia datang membawa 4 monitor tersebut, untuk memenuhi sarana pelayanan. Namun bagian rekam medik RSUD tidak ada.

“Sebenarnya mereka ini mau serius atau tidak untuk peningkatan pelayanan di RSUD Ini. Monitornya sudah kita belikan tapi pegawai rekam medik tak ditempat,” kata Roby ke staf rumah sakit itu.

Atas hal itu, Roby juga meminta agar pihak rumah sakit serius dalam meningkatkan pelayanan di RSUD Bintan itu.

“Apabila dalam sepekan kedepan pelayanan masih manual seperti ini maka saya akan evaluasi seluruh manajemen RSUD ini. Saya kasih waktu seminggu lagi. Kalau tak saya evaluasi mereka yang di rumah sakit,” tegasnya.

Pria kelahiran Tanjungpinang 1993 ini mengaku prihatin melihat sistem pelayanan yang diberikan RSUD Bintan. Sistem yang manual ini sebenarnya menyusahkan masyarakat. Sebab mereka harus mengantri berjam-jam di rumah sakit untuk berobat.

Dengan adanya penambahan empat monitor seperti yang diminta pihak rumah sakit. Diharapkan masyarakat tidak lagi mengantri terlalu lama. Karena semuanya sudah dilakukan dengan sistem online.

“Jadi dengan adanya sistem online para pasien tak perlu tunggu terlalu lama. Karena sudah tau harus datang jam berapa. Perubahan ini yang saya mau maka saya minta pihak rumah sakit segera melakukannya,” ucapnya.

Penulis: Hasura
Editor: Redaksi

Leave A Reply

Your email address will not be published.