Renggut Nyawa 99 Anak Kemenkes: Tidak Ada Bukti Hubungan AKI Dengan Vaksin Covid-19

Tangkapan layar Juru Bicara Kementerian Kesehatan, Syahril (Setkab.go.id)
Tangkapan layar Juru Bicara Kementerian Kesehatan, Syahril (Setkab.go.id)

PRESMEDIA.ID, Jakarta – Kementerian Kesehatan mengatakan, dari hasil pemeriksaan dengan tim ahli pemeriksaan terkait tingginya penyakit gagal ginjal pada anak atau atau Acute Kidney Injury (AKI) di Indonesia tidak berhubungan dengan vaksin COVID-19.

”Dari hasil pemeriksaan, tidak ada bukti hubungan kejadian AKI dengan vaksin COVID-19 maupun infeksi COVID-19. Karena gangguan AKI pada umumnya menyerang anak usia kurang dari 6 tahun, sementara program vaksinasi belum menyasar anak usia 1-5 tahun,” tegas Juru bicara (Jubir) Kemenkes, Syahril dikutip dari laman resmi setkab.go.id, Jumat (21/10/2022).

Untuk diketahui, sejak akhir Agustus 2022, Kemenkes dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) telah menerima laporan peningkatan kasus Gangguan Ginjal Akut Progresif Atipikal/Acute Kidney Injury (AKI) yang tajam pada anak, utamanya di bawah usia 5 tahun.

Hingga 18 Oktober 2022, jumlah kasus gagal ginjal akut yang dilaporkan sebanyak 206 dari 20 provinsi. Angka kematian sebanyak 99 anak dengan angka kematian pasien yang dirawat di RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo mencapai 65 persen.

Terkait tingginya kasus ini, Syahril mengatakan bahwa Kemenkes mengimbau pada seluruh orangtua di Indonesia agar waspada.

“Jika ada gejala khusus seperti rendahnya intensitas air seni, atau sampai tidak buang air kecil sama sekali, disertai demam, diare, maka segera lakukan pengecekan ke fasilitas kesehatan,” tuturnya.

Penulis: Presmedia
Editor: Redaktur

Leave A Reply

Your email address will not be published.