Dua IRT Ini Rugi Ratusan Juta Karena Pinjamkan KTP ke Pelaku Penipuan

Dua Ibu Rumah Tangga (IRT) Effi Yudianti (54) dan Novianti, mengaku menjadi korban penipuan di Tanjugpinang dengan modus meminjam KTP oleh Pelaku untuk mengajukan Pinjaman Utang dan kredit Barang
Dua Ibu Rumah Tangga (IRT) Effi Yudianti (54) dan Novianti, mengaku menjadi korban penipuan di Tanjugpinang dengan modus meminjam KTP oleh Pelaku untuk mengajukan Pinjaman Utang dan kredit Barang (Foto:Roland)

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang – Dua Ibu Rumah Tangga (IRT), Anita dan Novianti, menjadi korban penipuan di Tanjungpinang karena meminjamkan KTP kepada pelaku Effi Yudianti (54) untuk mengajukan pinjaman utang dan kredit barang.

Tragisnya, setelah pelaku peminjam KTP kedua korban, pelaku yang meminjam Uang dan kredit barang tidak melunasi utangnya.

Akibatnya, Kreditur (Peminjam-red) menagih pelunasan pinjaman dan kredit pelaku kedua korban yang KTP-nya dipinjam.

Korban Novianti bercerita, kejadian penipuan yang dialami berawal dari perkenalanya dengan terduga pelaku Effi Yudianti melalui media sosial Facebook sekitar 6 bulan lalu.

Saat itu, korban memposting mau menjual rumahnya di KM 11 Kota Tanjungpinang.

Atas postingan itu, selanjutnya pelaku menghubungi korban untuk menanyakan rumah tersebut, Namun karena rumah korban belum memiliki dapur, akhirnya pelaku tidak jadi membeli.

Kendati tidak jadi membeli, namun sejak itu Novianti telah menganggap pelaku sebagai orangtuanya sendiri, karena pelaku selalu mengatakan bahwa dirinya di Tanjungpinang hidup sebatang kara.

Dan suaminya (Pelaku-red) saat ini sedang berada di Singapura yang merupakan WN Singapura.

Mulai saat itu, hubungan antara korban dan pelaku semakin akrab seperti saudara. Apa lagi ketika suami pelaku datang dari Singapura ke Tanjungpinang.

“Jadi pelaku pernah meminjam jutaan rupiah untuk membayar angsuran dan saya meminjamkan. Tetapi dikembalikan ketika suaminya mengirimkan uang,” jelasnya.

Dan ternyata suami pelaku yang di Singapura juga tidak pernah lagi mengirimkan uang kepada pelaku.

Selanjutnya, pelaku meminjam KTP korban untuk mengajukan pinjaman online di Home Kredit dan Kredit Plus untuk membeli handphone keluaran terbaru sepeda motor dari Dealer Honda.

Karena korban percaya, Dia pun memberikan KTP-nya. Dengan KTP itu, selanjutnya pelaku meminjam uang menggunakan KTP korban dengan total Rp 36 juta.

“Selanjutnya uang tersebut digunakan dia (Pelaku) untuk membeli sepeda motor, HP Vivo keluaran terbaru,” kata Novianti.

Pelaku lanjut Novianti, menggunakan KTP nya satu bulan itu untuk meminjam uang ke Pinjol.

Tetapi setelah pelaku tidak mengembalikan cicilan, akhirnya Operator Pinjol, melakukan penagihan dengan cara menghubungi dan menyampaikan pinjaman utang pelaku ke seluruh keluarga, teman dan rekan kerja korban melalui pesan whatsapp.

“Karena itu saya sangat malu, karena Pinjol nya menyampaikan utang Pelaku ke seluruh keluarga saya. Dan gara-gara perbuatan Dia (Pelaku _red) saya yang jadi maliu” ujarnya

Ditempat yang sama, Anita juga mengatakan, juga meminjamkan uang sebanyak Rp 36 juta melalui pinjaman home kredit yang dilakukan pelaku atas namanya.

Saat itu, Pelaku mengimingi korban untuk modal membuat usaha bersama, dan hasil dari usaha tersebut akan dibagi dua nantinya.

“Dua bulan kedepan memang hasilnya keuntungan dibagi. Tapi selanjutnya sampai sekarang tidak ada, cicilan utang Kredit-nya juga ternyata tidak ada yang dikembalikan pelaku,” jelasnya.

Selain itu, Pelaku juga menggunakan KTP korban Anita, mengkredit AC, Kulkas di salah satu tempat kredit.

Hingga dengan menggunakan KTP korban, Pelaku berhasil mengalihkan utang kredit nya kepada korban sebesar Rp 70 an juta. Atas kejadian ini, Kedua korban mengaku akan melapor ke Polresta Tanjungpinang.

Penulis :Roland
Editor  :Redaktur

Leave A Reply

Your email address will not be published.