Hakim PN Karimun Vonis Rampas Ribuan Botol Miras Selundupan KM.Rizki Baru

*Terdakwa Sumar Divonis 3,6 Tahun Penjara  

Hakim Kasus Pabean Penyeludup Mikol, Ketua PN Karimun Medi Rapi Batara Randa vonis Rampas Ribuan Botol Miras Seludupan KM.Rizki Baru
Hakim Kasus Pabean Penyeludup Mikol, Ketua PN Karimun Medi Rapi Batara Randa vonis Rampas Ribuan Botol Miras Seludupan KM.Rizki Baru (Foto:Web PN Karimun)

PRESMEDIA.ID, Karimun – hakim PN Karimun Medi Rapi Batara Randa, menghukum 3 tahun dan 6 bulan penjara, denda Rp 100 juta subsider penjara 3 bulan terdakwa Sumar bin (alm) Daim, pelaku penyelundup 900 Kardus minuman beralkohol.

Sementara barang-bukti ribuan botol Mikol berbagai merk, yang dikemas didalam 900 kardus diperintahkan Ketua PN Karimun sebagai Hakim yang menangani perkara ini, dirampas untuk dilelang.

Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejati Kepri Nixon Andreas Lubis, membenarkan putusan Hakim PN Karimun atas kasus Kepabeanan yang dituntut Jaksa Kejati itu, telah divonis pada Selasa (25/10/2022) oleh Hakim PN.Karimun.

“Terdakwa Sumar bin (alm) Daim yang merupakan Nakhoda KM.Rizki Baru dinyatakan terbukti bersalah, mengangkut barang impor 900 Karton Minuman beralkohol yang tidak tercantum dalam manifest kapal dari Luar Negeri ke Indonesia,” ujar Nixon pada PRESMEDIA.ID Selasa (25/10/2022).

Putusan ini lanjutnya, sesuai dengan dakwaan Jaksa melanggar Pasal 7A ayat (2), Pasal 102 huruf a Undang-undang Nomor 17 Tahun 2006 Tentang Perubahan Atas Undang-undang Nomor 10 Tahun 1995 Tentang Kepabeanan.

Atas perbuatanya, lanjut Nixon terdakwa Sumar bin (alm) Daim selaku Nakhoda, dihukum 3 tahun dan 6 Bulan Penjara denda Rp100 juta subsider penjara 3 bulan.

“Untuk barang bukti 900 kardus kardus Mikol dalam putusan dirampas untuk negara, Tapi tidak ada disebut untuk dimusnahkan,” ujarnya.

Putusan ini diakui Nixon, lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum yang sebelumnya menuntut terdakwa 5 tahun penjara dan seluruh barang bukti Mikal dalam kasus Pabean itu dirampas untuk dimusnahkan.

“Atas putusan ini tim JPU menyatakan pikir-pikir selama 7 hari,” ujarnya.

Sebelumnya, Nakhoda Kapal KM.Rizki Baru terdakwa Sumar bin (alm) Daim, ditangkap Tim Patroli BC 20008, Kanwil Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Khusus Kepulauan Riau bersama muatan 900 karton Minuman Beralkohol berbagai merek di perairan pulau Mapur-Bintan pada Jumat (25/3/2022).

Dari pemeriksaan yang dilakukan Tim Patroli, KM.Rizki Baru didapati memuat Ratusan Botol Mikol yang dikemas didalam 900 karton.

Dari pengakuan ABK dan Nahkoda, Ratusan Botol Minuman Beralkohol tanpa cukai dan tidak memiliki manifes barang itu, diangkut dari Jurong Singapura mau menuju Sumatera Selatan.

Sedangkan administrasi data manifest barang, dikatakan Nahkoda, tidak memiliki, demikian juga dengan lekatan pita cukai sebagai tanda pelunasan pajak cukai Minuman Mengandung Etil Alkohol yang diimpor dari luar negeri.

Atas temuan itu selanjutnya, Tim Bea dan Cukai menarik dan memproses pelanggaran UU Pabean dan Cukai oleh KM.Rizki Baru ini dengan menetapkan Umar bin (alm) Daim selaku Nakhoda sebagai terdakwa.

Penulis:Presmedia
Editor  :Redaksi

Leave A Reply

Your email address will not be published.