Polres Bintan Tetapkan Dua Tersangka Korupsi Dana Bergulir PNPM-Mpd UPK-LS Teluk Bintan

Kapolres Bintan AKBP. Todar Wulung Dahono (Dok. Presmedia)
Kapolres Bintan AKBP. TIdar Wulung Dahono (Dok. Presmedia)

PRESMEDIA.ID, Bintan – Penyidik Polres Bintan menetapkan dua tersangka korupsi dugaan penyalahgunaan dana bergulir Ex-Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM-Mpd) Unit Pelaksana Koperasi (UPK) Lestari Bintan kecamatan Teluk Bintan 2014-2021.

Kedua tersangka korupsi Dana PNPM-Mpd 2014-2021 itu adalah YN (39) dan HS (58).

Kapolres Bintan AKBP Tidar Wulung Dahono, didampingi Kasat Reskrim AKP M.D. Ardiyaniki dan Kasi Humas Polres Bintan Iptu Missyamsu Alson, mengatakan kedua tersangka korupsi dana ex-PNPM-MPd itu adalah Pengelola dana PNPM-MPd Kecematan Teluk Bintan.

“Keduanya merupakan Pengurus dari UPK Lestari Bintan kecamatan Teluk Bintan, yang disangka menyalah gunakan wewenang dalam pengelolaan anggaran ex PNPM-MPd UPK Kecamatan Teluk Bintan,” ujarnya.

Adapun jumlah anggaran yang disimpan pinjam secara individu oleh kedua tersangka lanjut Kapolres adalah Rp. 650 juta.

“Diduga dana ex-PNPM-Mpd yang seharusnya digunakan untuk mempercepat penanggulangan kemiskinan secara terpadu di pedesaan ini digunakan kedua tersangka untuk memperkaya diri sendiri,” jelasnya saat menggelar ekspos penerapan tersangka, di aula Satsamapta Polres Bintan pada Rabu (2/11/2022).

Sekedar diketahui, Dana PNPM-MPd sendiri merupakan dana program PNPM untuk mempercepat penanggulangan kemiskinan secara terpadu di pedesaan.

Kapolres Tidar juga mengatakan tersangka YN dan HS sebelumnya diangkat menjadi pengurus dan pengola dana PNPM MPd berdasarkan SK Bupati Bintan Nomor: 180 / IV / 2008, tentang pembentukan unit pengelola kegiatan (UPK) Lestari Bintan.

Atas pengangkatan itu, YN diberi kewenangan mengelola dana PNPM-MPdb di Kecamatan Teluk Bintan.

Atas hal itu, salah satu kegiatannya adalah memberi pinjaman dana bergulir kepada kelompok masyarakat Teluk Bintan.

Selanjutnya, sesuai dengan petunjuk teknis operasional (PTO) Tahun Anggaran 2008 dan Tahun Anggaran 2014 serta 2015, pemerintah menyatakan program PNPM-MPd dinyatakan berakhir.

“Namun kedua tersangka masih terus mengelola dana tersebut dengan besar dana yang digulirkan Rp.  2.853.803.416.-.,” ujarnya.

Selanjutnya pada 2018, UPK Lestari Bintan melaksanakan Musyawarah Antar Desa (MAD) dalam membahas laporan pertanggung jawaban kegiatan dan keuangan. Namun pada rapat itu, tidak membahas tindak lanjut Dana bergulir simpan pinjam dana individu yang sebelumnya dikelola.

Namun kemudian, kedua tersangka merekayasa berita acara Musyawarah Antar Desa (MAD), seolah-olah forum Musyawarah saat itu menyetujui kegiatan perguliran simpan pinjam individu (SPI) dari program PNPM-MPd itu.

“Sementara, perguliran dana SPI tersebut bertentangan dengan PTO dan AD/ART yang dipergunakan oleh Ketua Badan Kerjasama Antar Desa (BKAD),” ujarnya.

Dalam prakteknya tersangka HS dan YN selaku ketua UPK Lestari Bintan, kemudian menggunakan dana tersebut sebesar Rp. 150.000.000.- untuk modal usaha toko sembako, pembelian mobil pickup dan handphone.

“Berdasarkan penyelidikan dan penyidikan yang kami lakukan atas perbuatanya mengakibatkan kerugian Negara Rp. 650.000.000.-. Dan dikuatkan oleh keterangan ahli bahwa telah timbul kerugian negara akibat perbuatan kedua tersangka,” ujarnya.

Selain itu, penyidik juga mengamankan barang bukti uang sebesar Rp. 531.028.400,- Mobil pick up beserta dokumen lainnya.

Atas perbuatanya, ke dua tersangka dijerat dengan pasal Pasal 2 atau Pasal 3 Undang-Undang 31 tahun 1999 sebagaimana dirubah dalam Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke 1 KHUP dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara dan denda sebesar Rp. 1 Miliar.

Kapolres Bintan juga menghimbau, kepada masyarakat pengelola keuangan negara, apa lagi yang mengelola dana bantuan pemerintah, jangan sekali-kali digunakan untuk memperkaya diri sendiri maupun memperkaya orang lain.

“Karena kalau melanggar Undang-Undang, kami sebagai aparat penegak hukum akan melakukan penindakan terhadap oknum yang melakukannya,” ujar Kapolres.

Penulis: Presmedia
Editor: Redaksi

Leave A Reply

Your email address will not be published.