Dilaporkan dan Didemo GPR Kepri Atas Dugaan Korupsi, Ketua DPRD Anambas Hasnidar Ikut Memantau di Kejati

*GPR Kepri Pertanyakan Penyelidikan Korupsi Proyek DAK-APBN Ketua DPRD Anambas ke Kejati Kepri

Ketua DPRD Anambas Hasnidar terlihat ikut membantu aksi unjuk rasa Gerakan Pemuda Revolusioner (GPR) Kepri di Kejati Kepri. (Foto: Roland)
Ketua DPRD Anambas Hasnidar terlihat ikut membantu aksi unjuk rasa Gerakan Pemuda Revolusioner (GPR) Kepri di Kejati Kepri. (Foto: Roland)

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Pemuda Revolusioner (GPR) Kepri, menggelar aksi demo di Kejaksaan Tinggi Kepri, mempertanyakan penyelidikan kasus dugaan korupsi Ketua DPRD Anambas, dalam pengadaan barang dana jasa Proyek Dana Alokasi Khusus (DAK) APBN 2021 di Kabupaten Anambas.

Pada Aksi Demo Pemuda Revolusioner Kepri ini, juga terpantau Ketua DPRD Anambas Hasnidar datang ke Kejati Kepri di Senggarang-Tanjungpinang untuk melihat jalannya aksi demo Jumat (4/11/2022).

Koordinator Lapangan Gerakan Pemuda Revolusioner Angga Hardika, mengatakan unjuk rasa yang dilakukan itu, untuk menuntut dan mendesak penyidik Kejati Kepri transparan atas tindak lanjut penyelidikan dugaan korupsi tersebut.

“Kami mau mempertanyakan apa tindak lanjut penyelidikan. Termasuk hasil pemeriksaan Tim Kelompok Kerja (POKJA) atas dugaan KKN dalam pengadaan barang yang diduga dilakukan oknum Ketua DPRD Anambas,” sebut Angga Hardika.

Pemuda Revolusioner Kepri ini juga mendesak Kejati Kepri untuk mengusut tuntas dugaan KKN Oknum Ketua DPRD Anambas yang diduga turut dan ikut berperan mengintervensi Pokja pengadan barang dan jasa Anambas dalam pelelangan milyaran proyek DAK-APBN itu.

“Apabila tuntutan kami ini tidak direalisasikan dalam waktu 14 hari, maka kami akan menggelar aksi dengan massa yang lebih besar lagi di Kejati ini dan di Kejaksaan Agung,” jelasnya.

Di tempat yang sama, Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejati Kepri, Nixon Andreas Lubis, membenarkan adanya pengumpulan keterangan dan barang bukti dalam rangka penyelidikan atas dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa di Anambas tahun 2021 tersebut.

Penyidik lanjutnya, sebenarnya masih terus mendalami penyelidikan kasus itu, atas laporan yang diadukan masyarakat ke Kejati pada Agustus 2022 itu.

“Proses Pulbaket Led-nya masih terus dilakukan penyidik dengan Pengumpulan Bahan dan Keterangan (Pulbaket). Nanti kalau sudah selesai Pulbaket Lid akan dilakukan gelar perkara ada tidaknya unsur melawan hukum dari kasus yang dilaporkan, Nanti Kami juga akan melakukan press rilis terkait hal ini,” kata Nixon.

Dalam kasus ini, lanjutnya, penyidik Kejati memanggil dan meminta keterangan dalam rangka konfirmasi pada 18 orang, termasuk Ketua DPRD Anambas.

Disinggung mengenai kehadiran Hasnidar Ketua DPRD Anambas dalam aksi demo mahasiswa yang menuntut Kejati menuntaskan dugaan korupsi yang diduga melibatkan ketua DPRD Anambas itu, Nixon mengaku tidak mengetahui hal tersebut.

“Saya tidak tahu kalau ada Ketua DPRD yang dilaporkan itu. Ini baru saya tahu kalau yang bersangkutan itu Ketua DPRD Anambas dan ikut datang menyaksikan aksi unjuk rasa ini,” jelas Nixon.

Terpisah, Ketua DPRD Anambas Hasnidar yang dikonfirmasi Media atas aksi demo yang dilakukan mahasiswa di Kejati Kepri itu, mengaku tidak ada masalah, karena menurutnya, menyatakan pendapat dimuka umum sebagaimana dilakukan mahasiswa itu adalah hak mahasiswa.

“Tidak apa-apa, tidak ada masalah, yang jelas saya sudah memberi keterangan terkait apa yg disampaikan mahasiswa,” kat Hasnidar pada wartawan di Kejati Kepri.

Namun saat disinggung dengan keterkaitannya dengan dugaan korupsi yang dilaporkan oleh mahasiswa, Hasnidar enggan memberi keterangan.

“Pada intinya saya hadir saja, kan ini hak adik-adik mahasiswa, hak mereka,” ujarnya.

Penulis: Roland
Editor: Redaktur

Leave A Reply

Your email address will not be published.