Gubernur Ansar Sampaikan Nota Keuangan dan Ranperda APBD 2023 Rp4,1 T ke DPRD Kepri

Gubernur Ansar Sampaikan Nota Keuangan dan Ranperda APBD 2023 Kepri Rp4,1 T ke DPRD Kepri
Ketua DPRD Kepri Jumaga Nadeak didampingi dua wakil ketua DPRD menerima Nota keuangan dan Ranperda APBD 2023 Kepri dari Gubernur Ansar Ahmad  dengan besaran Rp4,1 T riliun (Foto:Presmedia)

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang- Gubernur provinsi Kepri Ansar Ahmad  menyampaikan Nota Keuangan dan Ranperda APBD Provinsi Kepulauan Riau Tahun Anggaran 2023 sebesar Rp4,111 Triliun.

Penyampaian Nota Keuangan dan Rancangan Peraturan Daerah Tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Kepri Tahun Anggaran 2023 dilakukaan Gubernur Ansar dan diterima Ketua DPRD Kepri Jumaga Nadeak pada Rapat Paripurna DPRD Provinsi di Ruang Rapat Sidang Utama DPRD Provinsi Kepri, Senin (7/11/2022).

Ansar mengatakan, untuk Tahun anggaran 2023, APBD Provinsi Kepulauan Riau di alokasikan Rp4.111.156.203.263,00,-.

Dibandingkan APBD Murni Tahun 2022,Rp3.870.323.080.509,00, besar APBD 2023 ini mengalami peningkatan sebesar Rp 630.833.122.754,00 atau naik 15,34 persen.

Secara umum, kebijakan APBD 2023 provinsi Kepri untuk Pendapatan dan belanja mengalami perbedaan.

Pendapatan daerah Provinsi Kepri tahun anggaran 2023 ditetapkan sebesar Rp.3.995.495.041.708,-, Sementara, belanja daerah pada APBD tahun anggaran 2023 sebesar Rp.4.111.156.203.263,-.

Namun demikian Ansar menyebut, besaran target pendapatan pada APBD 2023 Kepri itu, mengalami peningkatan sebesar 14,80 persen jika dibandingkan target APBD murni 2022 sebesar Rp3.480.323.080.509,- atau meningkat Rp515.171.961.199,-.

“Sektor perencanaan belanja Daerah, APBD 2023 Kepri sebesar Rp4.111.156.203.263,-, juga mengalami peningkatan Rp.630.833.122.754,- atau naik 15,35 persen jika dibandingkan dengan anggaran APBD murni 2022 sebesar Rp3.870.323.080.509,-,” ujarnya.

Dengan besaran belanja daerah dan Penerimaan daerah itu, Pemerintah provinsi Kepri mengalokasikan besaran pembiayaan Daerah atau penerimaan yang perlu dibayar kembali dan/atau pengeluaran yang akan diterima kembali baik pada tahun anggaran berkenaan maupun pada tahun anggaran berikutnya pada pada APBD 2023 sebesar Rp 115.661.161.555,-.

“Penerimaan pembiayaan ini ditargetkan sebesar Rp.200 Miliar berasal dari estimasi Silpa yang dikurangi dengan pengeluaran pembiayaan untuk pembayaran cicilan pokok utang yang telah jatuh tempo ke PT.SNI sebesar Rp.84.338.838.445,-,” ujarnya.

Penulis:Presmedia
Editor   :Redaksi

Leave A Reply

Your email address will not be published.