Mendagri Resmikan dan Lantik Tiga Pj. Gubernur Provinsi Baru di Papua

Mendagri Tito Karnavian saat meresmikan tiga DOB di Papua, Jumat (11/11/2022). (Foto: Tangkapan Layar YouTube Kementerian Dalam Negeri)
Mendagri Tito Karnavian saat meresmikan tiga DOB di Papua, Jumat (11/11/2022). (Foto: Tangkapan Layar YouTube Kementerian Dalam Negeri)

PRESMEDIA.ID, Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian, resmikan tiga daerah otonom baru (DOB) di Papua. Ketiga DOB Provinsi baru itu adalah Provinsi Papua Selatan, Provinsi Papua Tengah dan Provinsi Papua Pegunungan.

Peresmian DOB tersebut dilakukan di Kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Jumat (11/11/2022).

“Hari ini, Jumat, tanggal 11 November 2022 di Jakarta, saya Muhammad Tito Karnavian Menteri Dalam Negeri, atas nama Presiden Republik Indonesia dengan ini meresmikan Provinsi Papua Selatan berdasarkan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2022, Provinsi Papua Tengah berdasarkan Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2022, dan Provinsi Papua Pegunungan berdasarkan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2022,” ujar Mendagri sebagai mana dikutip dari situs setkab.go.id Sabtu (12/11/2022).

Peresmian tiga daerah DOB Provinsi Baru di Papua itu, ditandai dengan pemukulan tifa oleh Mendagri bersama Wakil Menteri Dalam Negeri John Wempi Wetipo dan beberap pejabat lainnya.

Usai peresmian Pembentukan provinsi, Tito juga melantik tiga orang penjabat (Pj) gubernur, masing-masing Apolo Safanpo sebagai Pj. Gubernur Papua Selatan, Ribka Haluk sebagai Pj. Gubernur Papua Tengah dan Nikolaus Kondomo sebagai Pj. Gubernur Papua Pegunungan.

Ketiga penjabat gubernur tersebut memiliki latar belakang akademisi dan pejabat pemerintahan.

Apolo Safanpo merupakan Rektor Universitas Cenderawasih (Uncen), Sementara Ribka Haluk adalah Kepala Dinas Sosial, Kependudukan, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Pemerintah Provinsi Papua. Sedangkan Nikolaus Kondomo adalah Kepala Kejaksaan Tinggi Papua.

Pelantikan dilakukan berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia (Keppres) Nomor:115/P Tahun 2022 yang ditetapkan tanggal 10 November 2022. Sebagaimana tertuang dalam Keppres, masing-masing Pj. Gubernur paling lama menjabat selama satu tahun.

Pada pelantikan itu, masing-masing Pj. Gubernur juga membacakan janji dan sumpah jabatan saat dilantik.

Rangkaian acara dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara pengucapan sumpah/janji jabatan serta fakta integritas oleh masing-masih pejabat yang dilantik.

Penulis: Presmedia
Editor: Redaksi

Leave A Reply

Your email address will not be published.