Nahkoda Kapal Vietnam Didenda Rp. 200 juta karena Tangkap Ikan Ilegal di Laut Natuna

Terdakwa Tran Thanh Hon nahkoda kapal KG 9552 TS berbendera Vietnam didakwa pasal berlapis di PN Tanjungpinang (Foto: Roland)
Terdakwa Tran Thanh Hon nahkoda kapal KG 9552 TS berbendera Vietnam didakwa pasal berlapis di PN Tanjungpinang (Foto: Roland)

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang – Nakhoda kapal Vietnam KG 9552 TS, terdakwa Tran Thanh Hong dituntut hukuman denda Rp. 200 juta atas penangkapan ikan ilegal di wilayah laut Indonesia.

Tuntutan dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Andre Antonius di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang, Rabu(23/11/2022).

Dalam tuntutannya, Jaksa menyatakan terdakwa terbukti melakukan pelanggaran UU perikanan, tanpa izin menyuruh melakukan atau turut serta melakukan perbuatan dengan sengaja di wilayah pengelolaan perikanan Negara Republik Indonesia untuk penangkapan ikan.

Hal itu sebagaimana dakwaan pertama melanggar Pasal 92 Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan sebagaimana telah diubah dengan Pasal 27 angka 26 Undang-Undang RI Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja Jo Pasal 26 ayat (1) Undang–Undang RI Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan.

“Menuntut terdakwa dengan tuntutan pidana denda Rp. 200 juta,” Kata JPU dalam sidang yang digelar secara virtual.

Selain itu, Jaksa juga menyatakan, agar barang bukti kapal Vietnam KG 9552 TS dirampas untuk negara. Sedangkan sejumlah ikan hasil tangkapan dan alat tangkap trawl milik terdakwa dirampas untuk dimusnahkan.

Atas tuntutan itu terdakwa yang didampingi oleh penerjemahnya mengatakan meminta keringanan karena terdakwa mau menafkahi anak dan istrinya.

Mendengar itu, Ketua Majelis Hakim didampingi oleh Justiar Ronald dan dua Hakim Ad Hoc Perikanan menunda persidangan selama satu pekan dengan agenda putusan terdakwa.

Sebelumnya terdakwa Tran Thanh Hong yang merupakan Nakhoda kapal Vietnam ditangkap kapal Pengawas Perikanan RI Hiu Macan 5 saat melakukan penangkapan ikan di posisi koordinat 02º 59.955’ LU – 104º 59.042’ BT Laut Natuna Utara.

Pada saat itu, kapal Hiu Macan 05 mendeteksi kapal KG 955 TS yang dinahkodai oleh terdakwa dan Kapal KG 9552 TS dinahkodai oleh Hung (DPO) sedang melakukan kegiatan penangkapan ikan pada posisi koordinat 03º 03.853’ LU – 104º 58.626’ BT yang masuk kedalam Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia, Rabu (21/9/2022) malam.

Melihat itu, Kapal Hiu Macan 05 langsung melakukan pengejaran dan kapal KG 955 TS berhasil diberhentikan.

Kemudian petugas Pengawas Perikanan RI langsung melakukan pemeriksaan terhadap terdakwa, dengan hasil pemeriksaan yaitu kapal terdakwa melakukan kegiatan penangkapan ikan secara illegal (illegal fishing).

Selain itu terdakwa tidak dapat menunjukkan Surat Izin Usaha Perikanan (SIUP) maupun dokumen-dokumen yang sah lainnya baik dari Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah.

Kemudian terpaksa bersama ABK serta barang bukti lainnya dibawa ke Pangkalan PSDKP Batam untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Penulis: Roland
Editor: Redaktur

Leave A Reply

Your email address will not be published.