Menkes Klaim 84 Persen Kematian Covid-19 Karena Tanpa Vaksin Penguat

*Distribusi Vaksin Penguat Baru 66 Juta

Presiden Jokowi meninjau langsung penyuntikan perdana Vaksin IndoVac, di PT Bio Farma (Persero), Bandung, Kamis (13/10/2022). (Foto: BPMI Setpres/Laily Rachev)
Presiden Jokowi meninjau langsung penyuntikan perdana Vaksin IndoVac, di PT Bio Farma (Persero), Bandung, Kamis (13/10/2022). (Foto: BPMI Setpres/Laily Rachev)

PRESMEDIA.ID – Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin dalam keterangannya menjelaskan bahwa 84 persen dari kasus kematian yang disebabkan COVID-19 disebabkan belum mendapatkannya vaksinasi penguat.

Selain itu, 74 persen kasus COVID-19 yang mendapatkan perawatan di rumah sakit dengan gejala sedang dan berat juga merupakan pasien yang belum mendapatkan vaksinasi penguat.

“Jadi buat teman-teman, buat masyarakat, tolong diingatkan agar cepat-cepat di-booster. Baru 66 juta dari 234 juta target sasaran kita yang di-booster, cepat di-booster, khususnya untuk tenaga kesehatan dan lansia diatas 60 tahun juga segera lakukan booster yang kedua,” ucap Menkes Budi saat menemani Presiden Jokowi melakukan vaksin penguat kedua, dikutip setkab.go.id, Jumat (25/11/2022).

Dalam kesempatan tersebut, Menkes mengatakan Presiden Jokowi menggunakan vaksin IndoVac untuk vaksinasi COVID-19 penguat yang kedua. Menkes Budi pun menyatakan bahwa vaksin produksi dalam negeri tersebut sudah terbukti ampuh mencegah penularan COVID-19.

“Jangan lupa booster-nya pakai IndoVac, karena itu sudah terbukti sangat ampuh, tidak kalah dengan produksi luar negeri,” ujar Menkes Budi.

Penulis: Presmedia
Editor: Redaktur

Leave A Reply

Your email address will not be published.