Kompak Jual Narkoba Pasutri Dewi dan Hengki Didakwa Pasal Berlapis

Pasangan suami istri ini, terdakwa Dewi Kusno dan Hengky Tornado disidangkan secara virtual di PN Tanjungpinang (Foto: Roland)
Pasangan suami istri ini, terdakwa Dewi Kusno dan Hengky Tornado disidangkan secara virtual di PN Tanjungpinang (Foto: Roland)

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang – Kompak menjual dan mengedarkan narkoba jenis sabu, Pasangan suami istri terdakwa Dewi Kusno dan Hengky Tornado didakwa pasal berlapis, memiliki dan mengedarkan narkoba sabu.

Pasangan suami istri pemilik dan pengedar narkoba ini, didakwa Jaksa penuntut Umum dengan dakwaan pertama melanggar pasal 114 ayat (1) Jo Pasal 132 Ayat (1) Undang-undang RI Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

Dakwaan kedua, diancam dengan pasal 112 ayat (1) Jo Pasal 132 Ayat (1) Undang-undang RI Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

Dalam pemeriksaan di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang, Senin (28/11/2022), Terdakwa Dewi Kusno mengakui sebagai istri siri terdakwa Hengki.

Ia juga mengaku, menyuruh suaminya itu (Hengki-red) mengambil narkoba jenis sabu di belakang Hotel Aston beberapa waktu lalu.

Narkoba itu kata Dewi, didapat dari temannya Umam (DPO), yang memintanya menjual dan mengedarkan narkoba sabu tersebut, dengan iming-iming upah.

Dewi juga beralasan, nekat menjual narkoba sabu itu karena butuh duit untuk mengurus paspor.

“Kemarin sempat mau meminjam uang untuk membuat paspor, tapi tak ada yang mau pinjam. Karena tidak ada uang, maka saya diminta Umam jual narkoba dengan janji akan diberi upah,” ujar Dewi.

Tragisnya, belum sempat upahnya diterima Dewi dan suaminya ditangkap Polisi.

Sementara itu, terdakwa Hengki juga mengaku mengambil narkoba sabu itu sebanyak dua pekat kecil dengan berat 10 gram.

Setelah memperolehnya, terdakwa Hengki membawanya kerumah, dan selanjutnya 5 gram narkoba sabu itu, dipecah-pecah menjadi 6 paket.

“Satu paketnya kami gunakan sisanya dijual. Sedangkan 5 gram lagi saya serahkan ke Dewi,” ujarnya.

Namun saat berada di kebun, Hengki juga ditangkap anggota Satres Narkoba di KM 15 Kelurahan Air Raja Kecamatan Tanjungpinang Timur. Dari tangannya, juga ditemukan 7 paket kecil narkoba jenis Sabu.

Sedangkan terdakwa Dewi mengaku 5 gram itu dijual kepada terdakwa Kotel (DPO) dengan harga Rp. 3,4 juta. Saat menjual narkoba itu, Ia pun ditangkap Polisi di rumahnya Perumahan Bumi Air Raja.

Atas keterangan kedua terdakwa, Ketua Majelis Hakim, Risbarita Simarangkir didampingi Hakim anggota Justiar Ronald dan Siti Hajar Siregar menunda persidangan satu pekan dengan agenda mendengar tuntutan Jaksa Penuntut Umum kepada kedua terdakwa.

Penulis: Roland
Editor: Redaktur

Leave A Reply

Your email address will not be published.