Kemenperin Revitalisasi Pendidikan Dan Pelatihan Vokasi Untuk Tingkatkan SDM Industri

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin Arus Gunawan
Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin Arus Gunawan

PRESMEDIA.ID, Jakarta – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mencanangkan pengembangan SDM melalui revitalisasi pendidikan dan pelatihan vokasi.

Revitalisasi pendidikan dan pelatihan vokasi ini, sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 68 Tahun 2022 tentang Revitalisasi Pendidikan dan Pelatihan Vokasi.

Dan hal ini menjadi wujud dan komitmen Kemenperin dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional dengan memperkuat sektor industri di Indonesia.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin Arus Gunawan mengatakan, Revitalisasi tersebut bertujuan untuk mewujudkan salah satu langkah strategis dari komitmen tersebut yaitu menyediakan sumber daya manusia (SDM) atau tenaga kerja industri yang adaptif terhadap perkembangan teknologi terkini.

“Ketersediaan SDM kompeten ini, merupakan bagian investasi pengembangan industri, hingga dibutuhkan upaya perbaikan pendidikan dan pelatihan vokasi menjembatani kebutuhan tersebut,” ujarnya saat mewakili Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita pada Peluncuran Industrial Vocational Year 2023 di Jakarta (25/11/2022).

Pencanangan Industrial Vocational Year 2023 ini lanjutnya, juga merupakan tindak lanjut dari amanat Presiden Joko Widodo untuk melakukan perubahan mendasar pada pendidikan dan pelatihan vokasi, melalui orkestrasi penyelenggaraan yang harus mengacu pada kebutuhan penggunanya atau demand driven.

Hal ini juga merupakan upaya Bangsa Indonesia untuk keluar dari middle income trap menuju negara berpendapatan tinggi.

Upaya perbaikan pendidikan dan pelatihan vokasi menjadi penting dalam menyongsong satu abad kemerdekaan Republik Indonesia di tahun 2045 karena pemerintah menargetkan Indonesia menjadi setara negara maju dengan pendapatan per kapita sebesar USD 23.199.

“Karenanya, persiapan dan akselerasi pembangunan SDM Industri terus dilakukan, terutama menyiapkan talenta muda untuk menghasilkan produktivitas yang optimal,”sebutnya.

Salah satu upaya mengoptimalkan talenta muda adalah melalui penyelenggaraan program pendidikan dan pelatihan vokasi yang berbasis teknologi untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja industri di era digitalisasi industri 4.0.

Dalam pelaksanaan pengembangan SDM industri melalui pendidikan vokasi itu, Kemenperin melakukan penyelarasan supply dan demand.

BPSDMI Kemenperin juga menyelenggarakan program-program best practice kemitraan yang link and match antara dunia pendidikan dan dunia industri sehingga ketimpangan supply dan demand di unit pendidikan dan pelatihan industri tidak terjadi.

“Kemitraan dengan industri menjadi faktor kunci suksesnya penyelenggaraan program vokasi industri. BPSDMI secara konsisten memfasilitasi industri untuk berperan aktif mendukung program vokasi di Indonesia karena hal ini juga memberikan manfaat bagi perusahaan dalam bentuk Super Tax Deduction,” jelas Arus.

Kemenperin lanjutnya, juga terus mendorong ketersediaan SDM industri kompeten untuk mengejar kebutuhan yang ada. Diproyeksikan, kebutuhan SDM industri setiap tahunnya sebesar 682.000 orang.

Untuk itu, Kemenperin melakukan kolaborasi dengan para pemangku kepentingan vokasi nasional melalui pendidikan vokasi berupa SMK, Politeknik, Akademi Komunitas, penyelenggaraan Diklat 3 in 1, program setara Diploma Satu serta penguatan revitalisasi link and match SMK dan industri guna memenuhi kebutuhan tersebut.

Penulis: Presmedia
Editor: Redaktur

Leave A Reply

Your email address will not be published.