DPRD Minta Gubernur Bentuk Tim Investasi Daerah

Ketua Komisi II Wahyu Wahyudin minta Gubernur bentuk Tim Investasi Daerah (Foto: Humas-DPRD Kepri).
Ketua Komisi II Wahyu Wahyudin minta Gubernur bentuk Tim Investasi Daerah (Foto: Humas-DPRD Kepri).

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang – Anggota DPRD Kepri Wahyu Wahyudin meminta gubernur provinsi Kepri membentuk Tim Investasi Daerah, untuk memetakan potensi Sumber daya Alam dan potensi investasi yang dimiliki Kabupaten/kota di provinsi Kepri.

Ketua komisi II DPRD Kepri ini mengatakan, Tim investasi Daerah itu, bisa langsung dipimpin Gubernur Kepri dan beranggotakan Kepala OPD serta Bupati/wali kota.

Adapun tujuan Tim Investasi Daerah ini, diperlukan untuk memetakan potensi investasi Kepri dan Kabupaten/Kota berdasarkan kajian atau Investment Project Ready to Offer (IPRO) sebagai bahan untuk menggaet investor lokal maupun luar negeri menanamkan investasinya di Kepri.

“Kajian Investasi Daerah ini juga bisa melibatkan konsultan yang berpengalaman di bidangnya dan sebagai Leading Sektornya Dinas DPM-PTSP Kepri yang berperan karena mereka yang paham soal investasi,” kata Wahyu Wahyudin.

Saat ini lanjutnya, hampir semua OPD di Kepri belum memiliki data potensi investasi, Sehingga ketika pemerintah menanamkan investasi di Kepri ke Investor datanya tidak ada.

“Gimana kita mau meyakinkan investor jika datanya saja kita tidak punya,” ujar Wahyu.

Belum optimalnya penanaman investasi di Kepri lanjutnya, disebabkan seluruh OPD tidak berkoordinasi dengan baik. Oleh karena itu, perlu koordinasi dengan membentuk tim dalam menyusun kajian dan promosi investasi Kepri itu.

Selain itu lanjut politisi PKS ini, tim Investasi yang dibentuk pemerintah dari masing-masing OPD ini, juga dapat menggodok kerjasama dengan investor, baik dalam penanaman investasi, maupun penggunaan tenaga kerja dengan memprioritaskan masyarakat Kepri.

Melalui kerjasama dan perjanjian ini investasi yang masuk ke Kepri akan selektif dan berpihak pada kesejahteraan masyarakat.

Selama ini, lanjutnya, banyak investasi yang masuk ke Kepri, tapi tidak sedikit yang mengorbankan kesejahteraan rakyat, ada yang gajinya di bawah UMK dan ada pula yang tidak mendapatkan jaminan sosial seperti kematian saat kecelakaan kerja.

Wahyu juga yakin dengan masuknya Investasi ke Kepri, Pembangunan SDM dan kesejahteraan masyarakat tidak hanya ditopang dari dana APBD Namun juga melalui investasi.

“Ini memang pekerjaan besar, namun saya optimis akan tercapai kalau ada kesepahaman, Apalagi jika yang ditanamkan investor adalah investasi padat modal dan padat karya,” ujarnya.

Penulis: Presmedia
Editor: Redaksi

Leave A Reply

Your email address will not be published.