Tiket Kapal Habis Disebut Masih Tersedia, Pelni Batam Bohongi Dishub Kepri dan Masyarakat

*Tiket Dua Kapal Pelni Tujuan Belawan 20-28 Desember 2022 Ludes

Kepala dinas Perhubungan Kepri Junaidi (Foto: Presmedia)
Kepala dinas Perhubungan Kepri Junaidi (Foto: Presmedia)

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau tidak dapat berbuat banyak, atas minim dan habisnya tiket dan angkutan Kapal Pelni satu bulan menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2022 dari Batam-Tanjungpinang provinsi Kepri tujuan Belawan Sumatera Utara.

Upaya koordinasi yang dilakukan Dinas perhubungan Kepri dengan Manager Operasional PT.Pelni di Batam, terkesan plin-plan dan sarat dengan kebohongan, yang menyebut tiket masih tersedia, namun kenyataannya sudah habis terjual.

Atas hal itu, dinas perhubungan Kepri menyatakan hanya berharap, Kementerian perhubungan memberi tambahan kapal untuk angkutan ribuan pemudik warga Batam provinsi Kepri itu.

Kepala dinas Perhubungan Provinsi Kepri Junaidi mengatakan, dari koordinasi yang dilakukan dengan Manager Operasional PT. Pelni Batam menyebut, jika saat ini angkutan kapal dan tiket bagi pemudik Natara di Kepri itu masih tersedia.

Dua angkutan laut Kapal Pelni yang digunakan sebut Junaidi adalah KM. Kelud dengan jadwal dan rute tetap, dua kali seminggu dari Batam ke Belawan

Kemudian, ditambah satu kapal ekstra KM. Dorolondo dengan jadwal dan keberangkatan 1 kali pada 19 Desember 2022 mendatang.

“Koordinasi yang kita dapat dari management operasional PT.Pelni Batam, katanya kapal dan tiket cukup dan tersedia sesuai dengan jadwal dan rute dari Batam ke Belawan. Kemudian ditambah satu kapal ekstra KM. Dorolonda yang akan berlayar dari Batam satu kali ke Belawan,” ujarnya Kamis (1/12/2022).

Kepadanya, Adam selaku Manager Operasional PT.Pelni Batam, juga mengatakan, jika sampai saat ini tiket masih tersedia untuk dijual pasal dua kapal dari Batam dengan jadwal tanggal 4,20,22 dan 28 Desember KM. Kelud, dan tanggal 19 Desember untuk KM. Dorolonda.

Namun kenyataannya, ketika masyarakat dan media ini,  menanyakan ketersedian tiket tanggal 20-28 Desember 2022, website dan konter penjualan tiket PT.Pelni di Batam dan Tanjungpinang menyatakan seluruh tiket sudah habis dan ludes terjual.

Pegawai PT. Pelni yang ditemui media ini di Tanjungpinang, juga mengatakan, untuk jadwal keberangkatan kapal dari 20 hingga 28 Desember 2022 seluruhnya sudah habis dipesan warga.

Namun demikian, pegawai PT. Pelni ini juga menyebut, pihaknya saat ini sedang mengajukan tambahan kuota penumpang non site sebanyak 100-200 orang lagi untuk disusun di KM. Dorolonda dan KM. Kelud.

Hal yang sama juga dikatakan Kepala urusan (Kaur) operasional PT. Pelni Cabang Tanjungpinang, Suharto Ginting. Ia menyebut, tiket kapal KM. Kelud dari Batam-Kijang Bintan ke Belawan menjelang Natal dan tahun baru (25-28 Desember 2022) sudah habis terjual.

Terkait dengan kapal tambahan, Soeharto menyatakan belum menerima informasi itu dari pusat maupun dari Dishub Kepri.

“Sampai saat ini kami belum mendapat informasi adanya penambahan kapal, baik dari Pelni maupun dari pihak swasta,” kata Suharto.

Tetapi, sebagaimana tahun lalu lanjutnya, PT. Pelni akan melakukan penambahan 100-200 orang penumpang Kapal (Non site) atau tidak ada tempat duduk dan kamar.

“Jika nanti pusat memberi kelonggaran penambahan kuota itu, maka tiket akan kami jual kembali,” ujarnya.

Manager Operasional PT. Pelni Batam Adam, yang berusaha dikonfirmasi terkait dengan pernyataannya yang menyebut kapal dan tiket masih tersedia, hingga saat ini enggan memberi tanggapan.

Konfirmasi WA massage dan menghubungi HP-nya yang dilakukan media ini untuk meminta tanggapan juga tidak direspon. Hingga, warga menyebut, manager Operasional PT.Pelni Batam ini membohongi dinas Kepala dinas Provinsi Kepri Kepri dan masyarakat Kepri.

DPRD Kepri Akan Lakukan Sidak Pelayanan Kapal Pelni Jelang Nataru

Di tempat terpisah, anggota DPRD Kepri Widiastadi Nugroho, mengatakan akan melakukan sidak dan meminta penjelasan dari Manager Operasional PT. Pelni tentang ketersediaan angkutan kapal menjelang natal dan tahun baru (Nataru) di Kepri itu.

Ia mengatakan, jika memang kapal kurang dan prediksi penumpang membludak, hendaknya PT. Pelni mengkomunikasikan dengan transparan, sehingga pemerintah dan DPRD Kepri bisa mengajukan angkutan tambahan kapal ke Kementerian Perhubungan.

Memang, kata politisi PDIP ini, transportasi antar provinsi itu merupakan kewenangan pusat. tetapi atas keluhan dan kebutuhan warga Kepri itu, pihaknya akan menyuarakan ke pusat.

“Harusnya pimpinan cabang PT. Pelni di Batam ini lebih proaktif menjelaskan ketersediaan tiket dan kapasitas dan jumlah angkutan kapal, demikian juga penjualan tiket kapalnya,” ujarnya.

Atas hal itu, Ketua Komisi II ini menyebut, saat hari-H keberangkatan kapal Pelni itu nantinya, pihaknya akan turun melihat kondisi riil di pelabuhan,untuk dilaporkan ke pemerintah pusat melalui provinsi.

Penulis: Roland/Presmedia
Editor: Redaksi

Leave A Reply

Your email address will not be published.