DPR-RI dan Pemerintah Sahkan UU Kerja Sama Pertahanan Indonesia-Singapura

Wakil Ketua Komisi III DPR RI Pangeran Khairul Saleh saat menyerahkan dokumen RUU kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna Laoly serta Kementerian Luar Negeri pada rapat bersama di Ruang Rapat Komisi III, Gedung Nusantara II DPR RI, Senayan, Jakarta, pada hari Senin (5/12/2022). (Foto: Humas-DPR-RI Jaka/Man)
Wakil Ketua Komisi III DPR RI Pangeran Khairul Saleh saat menyerahkan dokumen RUU kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna Laoly serta Kementerian Luar Negeri pada rapat bersama di Ruang Rapat Komisi III, Gedung Nusantara II DPR RI, Senayan, Jakarta, pada hari Senin (5/12/2022). (Foto: Humas-DPR-RI Jaka/Man)

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR-RI) dan Pemerintah mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) menjadi Undang-Undang (UU) tentang Pengesahan Perjanjian antara Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Republik Singapura Tentang Kerja Sama Pertahanan.

Atas pengesahan UU Kerja Sama Pertahanan ini, Komisi I DPR RI berharap, Pemerintah Indonesia maupun Singapura dapat secara penuh menjaga kedaulatan antar kedua negara.

“Tentu, perjanjian pertahanan tersebut harus berlandaskan pada prinsip-prinsip kesetaraan, kepercayaan, dan pengertian,” ujar Anggota Komisi I DPR RI Sugiono dalam Rapat Paripurna DPR RI ke-11 Masa Persidangan II Tahun Sidang 2022-2023 di Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta, Selasa (6/12/2022).

Sejalan dengan peningkatan hubungan antar dua negara, DPR-RI juga berharap, masing-masing negara dapat menyerap pengalaman sekaligus pengetahuan terutama bidang teknologi pertahanan.

“Politik luar negeri Indonesia dilaksanakan melalui diplomasi yang kreatif, aktif, dan antisipatif, teguh dalam prinsip dan pendirian serta rasional dan luwes. Wujud dari diplomasi pertahanan adalah terjalinnya kerja sama di bidang pertahanan dengan negara-negara sahabat, salah satunya dengan Pemerintah Republik Singapura,” tuturnya sebagaimana dikutip dari dpr.go.id.

Selain transfer pengalaman dan pengetahuan, Politisi Fraksi Partai Gerakan Indonesia Raya (F-Gerindra) itu juga menekankan, kerja sama bidang pertahanan akan menentukan secara signifikan posisi tawar negara dalam tatanan hubungan antarnegara dan politik internasional.

Bagi Sugiono, kerja sama ini berpotensi tidak hanya meminimalisasi potensi ancaman akan tetapi juga meningkatkan kemampuan industri pertahanan negara.

“Kami berharap, kerjasama bidang pertahanan ini dapat menjaga hubungan baik Indonesia-Singapura dan meningkatkan kesejahteraan dalam kelangsungan hidup berbangsa dan bernegara,” pungkas Legislatif Daerah Pemilihan Jawa Tengah I itu.

Mewakili Pemerintah Indonesia, Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto, menyambut baik adanya RUU Perjanjian antara Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Republik Singapura Tentang kerja Sama Pertahanan, yang telah disahkan menjadi Undang-Undang tersebut.

Selanjutnya, melalui Undang-Undang ini akan menjadi payung hukum kerja sama bidang Pertahanan Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Singapura.

Menhan Prabowo, juga menyampaikan apresiasi kepada DPR-RI serta kementerian dan lembaga terkait, yang telah terlibat dalam proses perjanjian tersebut.

Ia berharap hubungan bilateral Indonesia-Singapura makin kuat pada masa kini dan masa yang akan datang.

Penulis: Presmedia
Editor: Redaksi

Leave A Reply

Your email address will not be published.