Lima Terdakwa Bansos Dispora Kepri Dituntut 6 sampai 8 Tahun Penjara Serta Diminta Kembalikan Duit Korupsi

Lima terdakwa korupsi Rp87 miliar dan Bansos APBD 2020 Kepri dituntut 6 sampai 8 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang secara virtual (Foto: Roland)
Lima terdakwa korupsi Rp87 miliar dana Bansos APBD 2020 Kepri dituntut 6 sampai 8 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang secara virtual (Foto: Roland)

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang – Lima terdakwa korupsi Rp87 miliar dana Bansos APBD 2020 Kepri, dituntut 6 sampai 8 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang, Selasa (13/12/2022)

JPU menyatakan kelima terdakwa secara sah melakukan korupsi, menerima dana hibah bansos dari APBD dan APBD Perubahan Provinsi Kepri 2020 secara tidak prosedural dan tidak dipertanggungjawabkan.

Perbuatan kelima terdakwa, terbukti secara bersama-sama melanggar pasal 2 Juncto Pasal 18 nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, juncto pasal 55 KUHP.

“Menuntut terdakwa Tri Wahyu Widadi dengan tuntutan pidana penjara selama 8 tahun dan denda Rp250 juta subsider 3 bulan kurungan,” Kata JPU dalam persidangan virtual.

Terdakwa Tri Wahyu , juga dituntut untuk membayar Uang Pengganti (UP) atas korupsi yang dilakukan dan merugikan keuangan negara, masing-masing sebesar Rp3.1 miliar.

“Dan apabila tidak dikembalikan dalam waktu satu bulan diganti dengan hukuman 4 tahun penjara,” ujar Jaksa.

Sementara pada sidang terpisah empat terdakwa lainnya Suparman, Mustofa Sasang, Muhammad Irsadul Fauzi, dan Arif Agus Setiawan masing-masing dituntut JPU dengan hukuman 6 tahun penjara, denda Rp250 juta subsider 3 bulan kurungan.

Selain hukuman pokok, ke empat terdakwa juga dituntut mengembalikan Uang Pengganti (UP) atas kerugian negara dari dana bansos yang dikorupsi dengan besaran masing-masing:

  1. Terdakwa Suparman juga dituntut membayar uang pengganti atas korupsi yang dilakukan dan merugikan keuangan negara, masing-masing sebesar Rp750 juta. Jika tidak dibayar diganti dengan Hukuman Pengganti 3 tahun.
  2.  Terdakwa Mustofa dituntut dengan hukuman tambahan mengembalikan Uang Pengganti (UP) dari Korupsi yang dilakuka sebesar Rp650 juta, jika tidak dibayar, diganti dengan Hukuman penjara selama 3 tahun.
  3. Terdakwa Iksadul Fauzi dituntut mengembalikan Uang Penggan (UP) deri dana yang diterima sebesar Rp431 juta, jika tidak dibayar di ganti dengan hukuman penjara selama 3 tahun.
  4. Terdakwa Arif Agus Setiawan jga dihukum mengembalikan Uang Pengganti (UP) sebesar Rp 725 juta, jika tidak dibayar diganti dengan hukum kurungan selama 3 tahun.

Terdakwa Korupsi Bansos Keberatan Dituntut Jaksa

Sementara itu, atas tuntutan Jaksa Penuntut Umum, Lima terdakwa korupsi dana bansos ini menyatakan keberatan atas tuntutan Jaksa.

Didampingi Penasehat Hukumnya, masing-masing terdakwa menyatakan akan mengajukan pembelaan secara tertulis (Pledoi).

Mendengar itu Ketua Majelis Hakim Anggalanton Boang Manalu didampingi Hakim Anggota Siti Hajar Siregar dan Syaiful Arif, menunda persidangan selama satu pekan dengan agenda mendengar pledoi masing-masing terdakwa.

DPO Tersangka Muksin Belum Ditangkap Polda Kepri

Sebelumnya, Direskrimsus Polda Kepri menetapkan 6 tersangka (saat ini terdakwa-red) dalam kasus korupsi dana bansos APBD 2020 Provinsi Kepri ini.

Keenam tersangka yang ditetapkan Penyidik Polda Kepri itu adalah, Tri Wahyu Widadi (PNS), Suparman supir taksi, Mustofa Sasang tukang ojek, Arif Agus Setiawan wiraswasta, Muhammad Irsyadul Fauzi pekerja bengkel dan tersangka Muksin (DPO) tenaga harian lepas (THL) di Provinsi.

Ke enam terdakwa dalam berkas perkara terpisah, didakwa Jaksa menerima dana hibah bansos dari APBD dan APBD Perubahan Provinsi Kepri Tahun Anggaran 2020 secara tidak prosedural dan tidak dipertanggungjawabkan.

Selain kelima terdakwa, dana hibah bansos melalui Dispora Kepri ini, juga diperoleh 45 organisasi Badan dan Lembaga Kemasyarakatan di Kepri, hingga mengakibatkan kerugian keuangan negara Rp6.2 Miliar.

Namun dari lima terdakwa, hingga saat ini satu tersangka masih belum ditangkap Polda Kepri. Dia adalah tersangka Muksin yang ditetapkan DPO sejak tersangka.

Tersangka Muksin, sebelumnya dikatakan polisi kabur dan ditetapkan sebagai DPO setelah sebumnya, mangkir dipanggil penyidik Polda.

Penulis: Roland
Editor: Redaktur

Leave A Reply

Your email address will not be published.