Kejati Kepri Masih Terus Lanjutkan Penyelidikan Dugaan Mafia Lahan di Batam

Asisten Intelijen (Asintel) Kejati Kepri Lambok Sidabutar didampingi Kasipenkum Kejati Kepri Nixon Andreas Lubis menyebut segera mengumkan nama Tersangka Korupsi Proyek Jembatan BP.Batam di Bintan
Asisten Intelijen (Asintel) Kejati Kepri Lambok Sidabutar didampingi Kasipenkum Kejati Kepri Nixon Andreas Lubis  saat memberi keterangan pada watawan (Foto:Dok-Presmedia)

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang- Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau mengatakan, masih terus melakukan penyelidikan dugaan tindak pidana mafia lahan di Batam,

Asisten Intelijen Kejati Kepri Lambok Sidabutar, mengatakan dugaan kasus mafia lahan yang dilaporkan masyarakat itu, hingga saat ini masih dilakukan pengumpulan alat bukti dan keterangan (Pulbaket lid)  dengan meminta keterangan sejumlah pihak.

“Proses kasus ini (dugaan tindak pidana Mafia lahan-red) masih dalam penyelidikan dan pengumpulan bahan dan keterangan (Pulbaket),” ujarnya Kamis (22/12/2022).

Namun saat ditanya wartawan, sudah berapa orang, pihak yang dimintai jaksa keterangan dalam dugaan mafia lahan di Batam itu?, Lambok enggan menyebutkan.

“Masih lanjut Pulbaket Lid, untuk jumlah saksi saya lupa nanti kita sampaikan,” katanya usai melaksanakan press rilis evaluasi kinerja Kejati Kepri 2022 di Comfort Tanjungpinang, Kamis (22/12/2022).

Sebelumnya, dugaan mafia lahan di Batam ini di laporkan masyarakat ke Kejati Kepri, atas laporan itu tim Intel Kejati membentuk tim dan meminta keterangan sejumlah pihak termasuk Direktur Pengelolaan Pertanahan BP.Batam Ilham Eka Hartawan.

Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Nixon Andreas mengatakan, sejumlah orang yang diperiksa dan dimintai keterangan oleh Intel Kejati itu adalah pihak swasta, ASN Dinas Kelautan Dan Perikanan Provinsi Kepri serta Direktur Pengelolaan Pertanahan BP.Batam.

Pemanggilan dan pemeriksaan pihak swasta dan ASN serta Direktur Pengelolaan Pertanahan BP.Batam, Ilham Eka Hartawan lanjut Vixon,  dilakukaan dalam rangka meminta keterangan atas dugaan tindak pidana mafia lahan di Batam terseut.

Permintaan keterangn terhadap Direktur Pengelolaan Pertanahan BP.Batam itu lanjutnya, berkenaan dengan tugas dan fungsi BP.Batam sebagai pengelola kawasan Perdagangan dan Pelabuhan Bebas Batam.

“Sehingga atas laporan warga atas dugaan mafia lahan di Batam ini, dilakukan pendalam oleh penyidik,” ujarnya.

Dari laporan yang diterima Kejati Kepri, dugaan mafia lahan di Batam itu dilakukan oknum BP.Batam yang bekerjasama dengan perusahaan tertentu, dalam pengalokasian lahan yang bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Kegiatan ini diduga berlangsung pada 2021 dan dilaporkan warga pada 2022 ini

Dari hasil pulbaket led yang dilakukan penyidik ini, jelas Nixon, nanti akan disimpulkan apakah ditemukan unsur melawan hukum dari kasus mafia lahan itu atau tidak.

“Jika ditemukan unsur melawan hukum, maka ditingkatkan ke penyidikan,” pungkasnya.

Ilham Eka Hartawan Bantah Diperiksa Jaksa

Sementara itu, Direktur Pengelolaan Pertanahan BP.Batam Ilham Eka Hartawan membantah diperiksa Jaksa Kejati Kepri terkait dugaan mafia lahan di Batam.

Namun demikian, Ilham mengaku hany dimintai keterangan oleh tim penyidik Intel Kejaksaan tersebut.

“Cuma dimintai keterangan saja,” kata Ilham Eka Hartawan pada wartawan saat ditemui di Kejati Kepri, Kamis (20/10/2022) sebelumnya.

Selain itu, Ilham juga mengaku dimintai juga data oleh penyidik Kejati Kepri tersebut.

“Gaklah, gak ada ditanya gitu saja dari pukul 10.00 WIB tadi. belum selesai juga,” sebutnya saat itu.

Penulis:Roland
Editor  :Redaksi

Leave A Reply

Your email address will not be published.