Anggota Polres Kepulauan Anambas Dipecat Karena Terbukti Edarkan Narkoba Sabu

Sidang Komisi Kode Etik Polri (KKEP) Propam Polres Kepulauan Anambas di Mapolresta Tanjungpinang memutuskan Anggota Polres Kepulauan Anambas, Aipda Riski Amaldo, dipecat secara tidak hormat karena terbukti memiliki dan mengedarkan 2 kilogram narkotika jenis sabu. (Foto: Humas-Polres Anambas)
Sidang Komisi Kode Etik Polri (KKEP) Propam Polres Kepulauan Anambas di Mapolresta Tanjungpinang memutuskan Anggota Polres Kepulauan Anambas, Aipda Riski Amaldo, dipecat secara tidak hormat karena terbukti memiliki dan mengedarkan 2 kilogram narkotika jenis sabu. (Foto: Humas-Polres Anambas)

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang – Anggota Polres Kepulauan Anambas, Aipda Riski Amaldo, dipecat secara tidak hormat karena terbukti memiliki dan mengedarkan 2 kilogram narkotika jenis sabu.

Pemecatan Aipda Riski sebagai anggota Polri ini, berdasarkan putusan sidang Komisi Kode Etik Polri (KKEP) yang digelar Propam Polres Kepulauan Anambas di Mapolresta Tanjungpinang dengan Putusan Pemberhentian Tidak dengan Hormat (PTDH).

Sidang etik sendiri, dipimpin oleh ketua sidang etik, sekaligus Kapolres Kepulauan Anambas Kompol Rames Marpaung dan menghadirkan empat orang saksi anggota polisi dan satu orang warga sipil rekan dari Aipda Riski Amaldo.

Wakapolres Kepulauan Anambas, Kompol Rames Marpaung dalam putusan sidang etik Aipda Riski mengatakan, terperiksa Aipda Riski Amaldo terbukti melanggar Pasal 13 PP tentang pemberhentian anggota Polri atau Perkap Kapolri nomor 7 tahun 2022, tentang kode etik profesi Polri.

“Memutuskan terperiksa etik, Aipda Riski Amaldo terbukti melanggar kode etik profesi Polri. Dan atas perbuatannya, terperiksa etik Aipda Riski Amaldo diberhentikan dengan tidak hormat atau PTDH sebagai anggota Polri,” ujarnya sebagaimana disebut Kasi Humas Polres Kepulauan Anambas, Iptu Raja Vindho, Jum’at (23/12/2022).

Putusan sanksi sidang kode etik Polri dengan PTDH ini lanjut Raja Vindho, merupakan saksi yang paling berat, karena anggota Polri dilarang keras melakukan penyalahgunaan narkoba.

Kasus Narkoba Aipda Riski Amaldo sebut Raja Vindho, berawal dari penangkapan yang dilakukan anggota Satnarkoba Polres Anambas terhadap Aipda Riski dan Joni Kusnadi dalam dugaan penyelundupan dan peredaran sabu.

Dalam penangkapan ini, polisi juga mengamankan barang bukti (BB) Sabu seberat 2,2 kilogram di sebuah kamar hotel di kawasan Letung.

Atas kasus ini, Aipda Riski Amaldo juga sebelumnya telah divonis Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Ranai dengan hukuman seumur hidup.

Namun dalam upaya hukum banding yang dilakukan terdakwa ke Pengadilan Banding, Pengadilan Tinggi Pekanbaru Riau mengurangi vonis hukuman Aipda Riski menjadi 18 tahun dan denda Rp1 Miliar.

Penulis: Roland
Editor: Redaktur

Leave A Reply

Your email address will not be published.