Selama 2022 Kasus Narkoba, Kekerasan Anak dan Pencurian Paling Banyak di Kepri

Ilustrasi narkoba sabu dan borgol ditangan Tersangka (Foto: Istimewa)
Ilustrasi narkoba sabu dan borgol ditangan Tersangka (Foto: Istimewa)

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang – Selama 2022, kejahatan narkoba, pencurian dan kekerasan terhadap anak, paling banyak di Provinsi Kepri.

Wakil Kejaksaan Tinggi Kepri Yudi Indra Gunawan, mengatakan ketiga kejahatan itu, menjadi yang paling banyak dari 1.826 perkara pidana umum yang dituntut dan ditangani Jaksa di Kepri sepanjang 2022.

“Sepanjang 2022 Bidang Tindak Pidana Umum (Pidum) Kejaksaan di Kepri menangani 1.826 perkara. Dan yang paling banyak adalah perkara narkoba, kekerasan terhadap anak serta pencurian yang ditangani,” ujarnya saat merilis hasil evaluasi dan refleksi kinerja Kejaksaan di Kepri, Kamis (21/12/2022) lalu.

Dari jumlah kasus pidana umum yang ditangani di 2022 itu, lanjut Yudi, saat ini 1.435 perkara telah diselesaikan atau (eksekusi) berdasarkan putusan pengadilan.

Sementara sisanya, saat ini masih dalam proses tahap II serta penuntutan di pengadilan.

Selain melakukan penuntutan di pengadilan, Kejaksaan juga menyebut, sebagai pidana umum di Kepri, ada juga yang ditangani diluar pengadilan melalui Restorative Justice (RJ).

Hal itu sesuai dengan Peraturan Jaksa Agung RI, tentang penanganan perkara diluar Penuntutan di Pengadilan.

Sejumlah kasus pidana umum yang diselesaikan melalui RJ itu, terdiri dari 2 kasus pidana umum di Kejari Karimun dan Tanjungpinang. Kemudian 2021 sebanyak 7 perkara dan di Kejari Batam, Kejari Tanjungpinang dan Cabjari Natuna di Tarempa dengan jumlah total 2020,2021 sebanyak 32 kasus RJ.

Sedangkan 2022 ada sebanyak 23 perkara yang RJ-kan, diantaranya Kejari Bintan 2 perkara, Kejari Batam 12 perkara, Cabjari Karimun di Moro 2 perkara dan Kejari Karimun 1 perkara. Cabjari Natuna di Tarempa 2 perkara, Kejari Tanjungpinang 3 perkara dan Cabjari Karimun di Tanjung batu 1 perkara,” ujarnya.

Selain itu, Kejaksaan Tinggi Kepri dan jajarannya, juga menyebut, membentuk sebanyak 25 Rumah Restorative Justice serta 2 balai rehabilitas narkotika di Tanjung Uban-Bintan dan kota Batam.

Penulis: Presmedia
Editor: Redaksi

Leave A Reply

Your email address will not be published.