Tanggapi Perintah Hakim Atas Keterlibatan Pihak Lain di Korupsi Bansos Kepri, Harry Golden: “Itu dulu Iya Mas”

Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt (Dok: presmedia.id)
Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt (Dok: presmedia.id)

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang – Penyidik Tipikor Direskrimsus Polda Kepri mengatakan, akan menindak lanjuti perintah Majelis Hakim di putusan Tri Wahyu, untuk mengusut sejumlah pihak yang terlibat dalam kasus korupsi Rp87 miliar dana bansos Kepri 2020.

Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol Harry Goldenhardt mengatakan, penyidik Polda akan menindak lanjuti perintah hakim, dan akan melakukan koordinasi dalam proses penyidikan (Sidik) lanjutan kasus korupsi itu.

“Tentu, penyidik Tipikor akan menindaklanjuti perintah hakim, dan akan melakukan koordinasi dalam proses sidik guna melengkapi alat bukti dan barang bukti,” ujarnya menjawab konfirmasi media ini, Kamis (11/1/2023).

Namun ketika ditanya mengenai tindak lanjut proses penyidikan dugaan korupsi tahap II dana Bansos Kepri 2020 yang dilakukan penyidik Polda, Harry enggan memberi keterangan.

“Utk (untuk) smntra (Sementara) itu dl (dulu) yaa mas,” ujarnya.

Sebelumnya, Hakim PN Tipikor Tanjungpinang memerintahkan penyidik untuk menyidik dan menjerat semua pelaku yang terlibat dalam kasus dugaan Korupsi Bansos di APBD Kepri 2020.

Keterangan terdakwa Tri Wahyu Widadi sebut hakim, perlu dijadikan petunjuk bagi penyidik untuk mengembangkan perkara tersebut, serta menjerat semua pelakunya yang terlibat.

“Demikian juga terhadap sejumlah nama serta peran yang disebut terdakwa sebagaimana dalam berita acara persidangan, menjadi data dan fakta yang harus ditindak lanjuti penyidik,” ujarnya.

Dari fakta dan keterangan terdakwa, lanjut Anggalanton lagi, bahwa terdakwa mengakui, menerima uang dari tersangka Muksin (DPO).

Selain itu, sesuai dengan tugas dan fungsi terdakwa Tri Wahyu, sebagai Kabid perbendaharaan di BPKAD Kepri,
hanya bertugas untuk memasukan data-data sebagaimana tersebut diatas yang disebutkan oleh terdakwa.

“Bahwa data-data penerima bansos itu bukan dari diri terdakwa sendiri (terdakwa Tri Wahyu Widadi) akan tetapi dari orang lain,” paparnya. Sehingga berdasarkan fakta persidangan tersebut menjadi pertimbangan Majelis Hakim untuk menjatuhkan menghukum pada terdakwa Tri Wahyu Widadi.

“Dan acuan bagi penyidik untuk dapat memulihkan kerugian negara, yang sudah menjadi porsi masing-masing yang terlibat, tidak dibebankan ke pada terdakwa (Tri Wahyu Widadi) saja,” pungkasnya.

Dalam kasus ini, lima terdakwa kasus korupsi dana bansos Kepri 2020 dinyatakan terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi sebagai mana dakwaan Jaksa Penuntut Umum.

Atas perbuatannya, terdakwa Tri Wahyu Widadi divonis 5 tahun penjara.

Sementara 4 terdakwa lain, Suparman, Mustofa Sasang, Muhammad Irsadul Fauzi, dan Arif Agus Setiawan, masing-masing dihukum 4 tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsider 1 bulan kurungan.

Penulis: Presmedia
Editor: Redaksi

Leave A Reply

Your email address will not be published.