Gelapkan Uang Hingga Ratusan Juta, Mantan Head Admin Kredit Plus Tanjungpinang Ditangkap

Kapolsek Tanjungpinang Timur, AKP. Adam Yurizal Sasono bersama Humas Polresta Tanjungpinang saat rilis di Mapolsek Tanjungpinang Timur
Kapolsek Tanjungpinang Timur, AKP. Adam Yurizal Sasono bersama Humas Polresta Tanjungpinang saat rilis di Mapolsek Tanjungpinang Timur

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang – Polsek Tanjungpinang Timur menangkap seorang pria berinisial NP (38), warga Tanjungpinang yang diduga menggelapkan uang Kredit Plus, perusahaan pembiayaan hingga ratusan juta rupiah. Pelaku ditangkap di Kota Batam pada Rabu (14/01/2023).

Kapolsek Tanjungpinang Timur, AKP Adam Yurizal mengungkapkan, kejadian itu diketahui saat Kredit Plus melakukan audit keuangan pada Juni 2022 lalu. Pelaku kala itu menjabat sebagai head admin atau kepala administrasi di Kredit Plus cabang Tanjungpinang.

“Dari hasil audit ditemukan penggelapan dana di Kredit Plus sebesar Rp132 juta yang dilakukan oleh pelaku sebagai head admin di Kredit Plus,” kata Adam saat konferensi pers di Mapolsek Tanjungpinang Timur, Selasa (24/01/2023).

Adam menjelaskan pelaku melakukan penggelapan dengan cara melakukan permohonan peminjaman dana dengan menggadaikan BPKB mobil milik nasabah di Kredit Plus sebesar Rp77.450.000.

“Selain itu pelaku tidak menyetorkan dana top up konsumen ke Kredit Plus sebesar Rp6.675.000,” tambahnya.

Atas kejadian itu, Kepala Operasional Kredit Plus Tanjungpinang, Amran langsung melaporkan kejadian ini ke Polsek Tanjungpinang Timur.

Berdasarkan laporan itu, Tim Unit Reskrim Polsek Tanjungpinang Timur melakukan penyelidikan diketahui pelaku keberadaan pelaku di Batam.

Selanjutnya Polsek Tanjungpinang Timur berkerjasama dengan Polresta Barelang diketahui keberadaan pelaku dan dilakukan penangkapan di sekitar Batam Kota.

“Kita interogasi, pelaku mengakui perbuatannya dan dibawa ke Mapolsek Tanjungpinang Timur,” ungkapnya.

Ditempat yang sama, Kanit Reskrim Polsek Tanjungpinang, Ipda Apriadi menambahkan, uang penggelapan itu dihabiskan untuk ke tempat hiburan malam di Tanjungpinang.

“Penyidik masih melakukan penyelidikan apakah ada pelaku lain atau tidak. Untuk berapa lama pelaku melakukan penggelapan masih diselidiki,” ujarnya.

Akibat perbuatan pelaku dijerat dengan pasal 374 KUHP penggelapan dalam jabatan dengan ancaman hukuman penjara 5 tahun penjara.

Penulis: Roland
Editor: Redaktur

Leave A Reply

Your email address will not be published.