Kasus Prostitusi Anak, Tersangka Ms Mengaku Jadi Mucikari Sejak 12 Tahun

Kapolresta Tanjungpinang Kombes Pol Heribertus, bersama jajarannya saat merilis penangkapan 3 orang pelaku prostitusi anak di Tanjungpinang (Foto-Roland)
Kapolresta Tanjungpinang Kombes Pol Heribertus, bersama jajarannya saat merilis penangkapan 3 orang pelaku prostitusi anak di Tanjungpinang (Foto-Roland)

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang- Tersangka Ms (18), pelaku mucikari (germo) prostitusi anak dibawah umur di Tanjungpinang, mengaku sudah menggeluti bisnis prostitusi online sejak umur 12 tahun.

Dalam melakukan aksinya, Ms menawarkan korbanya melalui Handphone serta aplikasi online Mi Chat serta dibantu oleh rekanya Ltf untuk mencari pelanggan.

Dalam mencari korban, tersangka Ms mengaku, selalu merayu dan memberi uang jajan kepada anak calon korbanya agar mau menuruti perintahnya.

Dan yang paling parah Ms juga pernah mencekoki minuman keras kepada anak dibawah umur korbanya, agar dapat melayani pria hidung belang.

“Ada kasih uang jajan biar mau dan ada yang saya buat mabuk,” ujar MS saat dikonfirmasi media di Polresta Tanjungpinang, Jumat (24/2/2023).

Dalam sehari, Ms mengaku bisa menjual anak dibawah umur pada 3 orang lelaki hidung belang yang memesan. Pemesanan sendiri, dilakukan melalui aplikasi Mi Chat atau hubungan telephone.

“Saya menawarkan melalui aplikasi Mi Chat, sehari ada 3-4 orang yang memesan,” ujarnya.

Sedangkan mengenai tarif, Ms membadrol satu kali kencan dengan pria hidung belang Rp150 ribu.

Dari Uang itu, selanjutnya tersangka membagi dua, Rp100 ribu bagianya dan Rp50 ribu diberikan kepada korbanya. Bahkan korban Bunga, dikatakan Ms juga sudah 10 kali dijajakan ke pria hidung belang.

Ditempat yang sama, Tersangka Ltf mengaku sebagai kasir Wisma Seroja yang saat itu diminta tersangka pelaku Mi, pria hidung belang untuk mencari wanita pekerja seks.

“Saya hanya dikasih imbalan Rp10 ribu,” kata Ltf.

Ltf juga mengakui, jika sebelumnya Ms telah memesan padanya, Jika ada pria hidung belang yang mencari cewek agar menghubunginya.

Sebelumnya, Polresta Tanjungpinang membongkar sindikat prostitusi online anak dibawah umur ini atas laporan orang tua korban.

Tiga pelaku, masing-masing Ms (18) sebagai mucikari, Ltf sebagai pencari pria hidung belang dan Mi sebagai pengguna, ditangkap Polresta Tanjungpinang di salah satu wisma Jalan Bintan Kota Tanjungpinang, Senin ( 20/2/2023).

Atas perbuatanya, saat ini ketiga pelaku ditetapkan sebagai tersangka serta dijerat dengan Pasal 68 Jo Pasal 761 UU No.35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU No.23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak dan Pasal 2 ayat (1) dan ayat (2) Jo Pasal 17 Jo Pasal 10 UU No.21 Tahun 2007 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

Penulis:Roland
Editor  :Editor

Leave A Reply

Your email address will not be published.