2.101 Warga Bintan Terdampak Banjir, Tanah Longsor dan Angin Kencang

Ribuan warga Bintan, yang terdampak Banjir akibat hujan Lebat yang melanda Bintan dalam satu Minggu terkahir. (Foto:Hasura)
Ribuan warga Bintan, yang terdampak Banjir akibat hujan Lebat yang melanda Bintan dalam satu Minggu terkahir. (Foto:Hasura)

PRESMEDIA.ID, Bintan – Sebanyak 2.101 jiwa warga dari 640 kepala keluarga (KK) di 6 kecamatan di Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau (Kepri) terdampak banjir, tanah longsor dan angin kencang yang terjadi sejak 2-5 Maret lalu.

“Itu termasuk bayi, anak-anak, dan orang dewasa. Namun tidak ada yang mengalami luka-luka dan mengungsi,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bintan, Ramlah pada Senin (6/3/2023).

Bencana ini terjadi disebabkan intensitas curah hujan yang tinggi disertai angin kencang yang terjadi secara terus menerus selama beberapa hari di Bintan. Akibatnya beberapa wilayah yang daratannya rendah terendam banjir.

Tak hanya itu, lanjut Ramlah, cuaca ekstrem juga mengakibatkan tanah longsor, pohon tumbang dan menimpa rumah warga serta atap rumah yang terbang terbawa angin kencang.

“Untuk para korban bencana itu tersebar mulai dari Kecamatan Bintan Timur, Bintan Utara, Teluk Bintan, Gunung Kijang, Teluk Sebong dan Toapaya,” ungkapnya.

Adapun korban bencana di Kecamatan Bintan Timur sebanyak 210 KK yang terdiri dari 481 jiwa. Lalu Bintan Utara sebanyak 302 KK yang terdiri dari 1.165 jiwa dan Gunung Kijang sebanyak 9 KK yang terdiri dari 36 jiwa.

Berikutnya Toapaya sebanyak 102 KK yang terdiri dari 361 jiwa, Teluk Sebong sebanyak 16 KK yang terdiri dari 54 jiwa dan Teluk Bintan hanya ada 1 KK yang terdiri dari 4 jiwa.

“Paling banyak korban bencana adalah Bintan Utara. Seluruh kelurahannya terdampak bencana alam. Mulai dari Kelurahan Tanjung uban Utara ada 70 jiwa, Tanjung uban Selatan 381 jiwa, Tanjung uban Kota 693 jiwa, dan Tanjung uban Timur 21 jiwa,” katanya.

Lebih lanjut kata Ramlah, pihaknya telah melakukan rapid assessment diantaranya penilaian kerusakan, kerugian dan pemenuhan kebutuhan dasar untuk dasar acuan rencana selanjutnya. Lalu mendirikan dapur umum di 3 titik Kecamatan Bintan Timur seperti Sei Datuk, Kampung Pisang, dan Kampung Kuala Lumpur.

Kemudian mendirikan posko lapangan dan tenda PMI di Kampung Pisang. Mengadakan pemeriksaan kesehatan yang dilakukan oleh tim medis dari Dinkes Bintan dan PMI.

“Lalu kami juga melakukan penyedotan air di permukiman melalui UPTD Damkar BPBD Bintan. Kami juga terus melakukan upaya untuk perbaikan dan berbagai bantuan,” pungkasnya.

Penulis: Hasura
Editor  : Redaktur 

Leave A Reply

Your email address will not be published.