Pemko Tanjungpinang Turunkan Data Kemiskinan Ekstrem dari 12.386 KK Versi BKKBN Jadi 546 KK

*Rahma Bawa Langsung Data 546 Keluarga Miskin Ekstrem Hasil Muskot ke Kementerian

0 26
Wali kota Tanjungpinang, Kadisdukcapil, camat dan lurah mendatangani berita acara kesepakatan Maskot Penurunan data Masyarakat Miskin Ekstrim di Tanjungpinang yang diklaim hanya 546 KK. (Foto:Diskominfo Tanjungpinang/Presmedia.id)
Wali kota Tanjungpinang, Kadisdukcapil, camat dan lurah mendatangani berita acara kesepakatan Maskot Penurunan data Masyarakat Miskin Ekstrim di Tanjungpinang yang diklaim hanya 546 KK. (Foto:Diskominfo Tanjungpinang/Presmedia.id)

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang – Pemerintah Kota Tanjungpinang menyepakati penurunan data Kemiskinan Ekstrem masyarakat kota Tanjungpinang dari sebelumnya 12.386 KK versi BKKBN 2021, menjadi hanya 546 KK.

Penurunan signifikan data Kemiskinan Ekstrem di kota Tanjungpinang ini dilakukan Dinas Sosial Kota Tanjungpinang setelah melalui verifikasi, Camat dan Lurah serta RT/RW.

Selanjutnya data tersebut disepakati pada Musyawarah Kota Data Penyasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE) Kota Tanjungpinang 2023, di kantor Wali Kota Tanjungpinang Rabu (12/7/2023).

Sebelumnya, jumlah keluarga kategori miskin ekstrem di Kota Tanjungpinang hasil pendataan BKKBN tahun 2021 sebanyak 12.386 keluarga.

Atas data ini pemko Tanjungpinang melakukan verifikasi dan pendataan. Dari jumlah data BKKBN ini dilakukan pengelompokkan data keluarga yang masuk dalam desil 1 dan desil 2.

Hasilnya, jumlah keluarga miskin ekstrem berkurang menjadi 8.260 keluarga. Kemudian dari 8.260 keluarga ini, kembali berkurang, karena berdasarkan hasil verifikasi awal diketahui terdapat sebanyak 1.970 data anomali, hingga angka kemiskinan ekstrem kembali berkurang menjadi 6.290 keluarga.

Untuk memvalidasi data kemiskinan ekstrem di Tanjungpinang, Dinas Sosial dibantu oleh perangkat RT/RW, tim pendamping keluarga harapan, perangkat kelurahan, dan relawan kemudian melaksanakan verifikasi dan validasi faktual mulai tanggal 5 sampai dengan 20 Juni 2023.

Hasil verifikasi dan validasi faktual tersebut, kemudian dimusyawarahkan mulai dari tingkat kelurahan dan kecamatan.

Hasil verifikasi dan validasi (verivali) faktual mencengangkan, karena angka kemiskinan ekstrem di Tanjungpinang secara faktual hanya berjumlah sebanyak 546 keluarga.

“Verifikasi dan validasi juga mempergunakan indikator kemiskinan ekstrem sebanyak 14 indikator. Selama proses verifikasi, kita didampingi oleh petugas kelurahan, pengurus RT/RW, pendamping keluarga harapan, dan masyarakat setempat,” ujar Camat Tanjungpinang Kota, Ridwan Budo.

Di Kecamatan Tanjungpinang Kota, katanya, jumlah keluarga miskin ekstrem sebelum verval sebanyak 1.195 KK. Setelah verivali dan musyawarah kecamatan, angka tersebut turun menjadi 384 KK.

Kecamatan Tanjungpinang Timur, jumlah keluarga miskin ekstrim turun dari 3.082 KK menjadi 121 KK.

Di Kecamatan Tanjungpinang Barat, angka kemiskinan ekstrim juga turun signifikan dari 1.424 KK menjadi hanya 35 KK.

Sedangkan di Kecamatan Bukit Bestari, dari 589 keluarga turun hanya menyisakan 6 keluarga yang secara fakta masuk dalam kategori miskin ekstrem.

“Banyak data keluarga yang sudah meninggal dunia, pindah, tidak ditemukan, pekerjaan PNS atau TNI Polri, dan NIK ganda yang sebelumnya masih dimasukkan dalam data keluarga miskin ekstrem,” kata Kepala Dinas Sosial Kota Tanjungpinang Marzul Hendri.

Wali kota Tanjungpinang Hj.Rahma mengatakan, proses verifikasi dan validasi faktual yang dilakukan Pemko Tanjungpinang dilakukan dengan pendampingan petugas terkait, RT/RW dan masyarakat.

Formulir pendataan juga ditandatangani oleh masing-masing pihak, hingga data verivali dapat dipertanggungjawabkan.

Hj.Rahma juga mengintruksikan agar jajarannya, camat dan lurah mengetahui dengan pasti kondisi keluarga miskin ekstrem di wilayahnya.

Selain itu, wali kota juga meminta jajarannya agar memprioritaskan bantuan-bantuan sosial, bantuan ekonomi, dan program dukungan bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat lainnya kepada kelompok keluarga miskin ekstrem.

“Lurah harus hafal dan mengetahui dengan pasti kondisi warganya yang masuk dalam kategori miskin ekstrem,” kata Rahma.

Kelompok keluarga Miskin ini, lanjutnya harus menjadi titik fokus program-program bantuan sosial dan ekonomi, agar tingkat kesejahteraannya dapat terus ditingkatkan.

Rahma Bawa Data 546 Keluarga Miskin Ekstrem Hasil Muskot ke Kementerian

Rahma juga mengatakan verifikasi dan validasi data masyarakat miskin ekstrem di Tanjungpinang itu, sudah dilakukan secara langsung door to door oleh petugas berwenang, selanjutnya dimusyawarahkan mulai dari tingkat kelurahan hingga kecamatan.

“Data ini tentu dapat dipertanggung jawabkan, dan saya akan mengantarkannya langsung ke kementerian,” ujar Rahma.

Musyawarah kota P3KE dihadiri oleh Wakil Wali Kota Tanjungpinang Endang Abdullah, Kepala Dinas Sosial Marzul Hendri, Sekretaris Disduk Capil Boby Wira Satria, Ketua Forum RT/RW Hasirin, dan para pendamping keluarga harapan.

Musyawarah itu diakhiri dengan penandatanganan berita acara musyawarah, yang dilakukan oleh Wali Kota Tanjungpinang, Kepala Dinas Sosial, dan empat camat se-Kota Tanjungpinang.

Selanjutnya berita acara serta data hasil verifikasi dan validasi lapangan tersebut akan diantarkan langsung wali kota ke kementerian.

Baca Juga : 

Penulis: Presmedia
Editor  : Redaksi

Leave A Reply

Your email address will not be published.