Ultimate magazine theme for WordPress.
Bhayangkara 74

Wow, Napi Ini Mengakui Kendalikan Kurir Narkoba Dari Dalam Lapas Tanjungpinang

Tersangka Irwanto Siagian alias Iwan Batu, Napi Narkoba di Lapas Narkotika Tanjungpinang yang mengaku Mengendalikan peredaran Narkoba dari Malaysia ke Indonesia melalui HP dari Lapas.
Tersangka Irwanto Siagian alias Iwan Batu, Napi Narkoba di Lapas Narkotika Tanjungpinang yang mengaku Mengendalikan peredaran Narkoba dari Malaysia ke Indonesia melalui HP dari Lapas.

PRESMEDIA.ID,Tanjungpinang- Narapidana narkoba Lapas Narkotika Tanjungpinang, Irwanto Siagian Alias Iwan Batu mengaku, mengendalikan kurir sabu dan Ekstasi, terdakwa Baso Zulfadli alias Andi dan Suyanto alias Ayong dari dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas I Tanjungpinang.

Dengan menggunakan alat Komunikasi yang berhasil dimasukan dan digunakannya didalam Lapas, Iwan Batu memesan sabu sebanyak 1 kilogram ke Bandar Sabu di Malaysia, kemudian menyuruh rekanya sesama Napi yang telah bebas, Baso Zulfadli alias Andi dan Suyanto alias Ayong untuk mengambil dan membawa serta mengantarkan Narkoba sabu dan ekstasi tersebut kepada orang yang mau membeli.

Hal dikatakan Iwan Batu saat menjadi saksi dalam sidang lanjutan terdakwa Baso di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang, Selasa (18/2/2020).

Kepada majelis Hakim, Iwan Batu mengatakan dirinya mengenal terdakwa Baso didalam Lapas Narkotika Tanjungpinang. Sekitar bulan Juli atau Agustus 2019, terdakwa keluar dari Lapas.

Kemudian pada bulan September 2019 lalu terdakwa Baso keluar dan diminta untuk mengambil dan mengantarkan sabu ke seseorang, melalui kendalinya dari Lapas.

“Saya mau kasi Rp 5 juta ke terdakwa, tetapi kata terdakwa nanti saja,”ujar Iwan Batu.

Pemesanan sabu dari Lapas menggunakan Hand Phone dikatakan Napi, serta kembali sebagai tersangka dalam kasus itu, susah dilakukan beberapa kali ke bandar yang berada di Malaysia.

“Saya pesan untuk 1 kg seharga Rp.250 juta. Pembayaran ketika sabu itu berhasil di jual,” katanya

Jika barang haram narkoba sabu tersebut, berhasil terjual di Indonesia maka dana pembelian dari barang itu sebesar Rp.400 Ribu ringgit atau sekitar Rp.1 Milliar, baru disetor dan diberikannya kepada bandarnya di Malaysia.

“Saat ini saya hutang kepada bandar narkoba di Malaysia, sekitar 400 ribu ringgit Malaysia, jika di rupiahkan sekitar Rp.1 miliar lebih,”ungkapnya.

Ditanya mengenai aturan yang berlaku di Malaysia, Napi Narkotika ini menyatakan peraturan hukum terkait kasus narkoba lebih ketat di Indonesia dibandingkan di Malaysia.

Sebelumnya Suyanto alias Ayong terdakwa kurir sabu 1.527 gram dan pil ekstasi 1.461 butir yang ditangkap BNN Kepri, mengaku dikendalikan Narapidana narkotika inisial Irwanto Siagian alias Iwan Batu dari Lapas Narkotika Tanjungpinang.

Saat ini, BNN menyatakan, turut menetapkan Iwan Batu sebagai tersangka dalam jaringan kurir dan pemilik Narkoba sabu tersebut, dan proses hukumnya masih berjalan di BNN Kepri.

Penulis: Roland

Comments
Loading...