Ultimate magazine theme for WordPress.

Ini Jawaban Pemerintah Atas Pendapat Fraksi DPRD Terhadap Ranperda RZWP3K

paripurna lanjutan pbahasan Ranperda RZWP3K di Gedung DPRD Kepri, Pulau Dompak, Rabu (19/2/2020).
paripurna lanjutan pbahasan Ranperda RZWP3K di Gedung DPRD Kepri, Pulau Dompak, Rabu (19/2/2020).

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kepulauan Riau TS Arif Fadillah menyampaikan jawaban pemerintah atas pandangan Fraksi DPRD Kepri terhadap Rancangan Peraturan Daerah Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (Ranperda RZWP3K).

Jawaban disampaikan dalam paripurna lanjutan pbahasan Ranperda RZWP3K di Gedung DPRD Kepri, Pulau Dompak, Rabu (19/2/2020).

Pemerintah kata Sekda, memiliki pemikiran san pandangan yang sama dengan DPRD dalam membangun daerah pesisir. Dimana, wilayah Kepri terdiri dari 98 persen wilayah laut dan memiliki lebih dari 2 ribu pulau.

Oleh karena itu lanjut Sekda, Ranperda RZWP3K Kepri ini sangat peu dilanjutkan, untuk dibahas dan disahkan guna mengakomodir tata ruang atau pemanfataan zonasi wilayah perairan.

“Dengan adanya perda ini diharapkan menjadi solusi peningkatan PAD (Pendapatan Asli Daerah) di bidang kelautan, mulai dari retribusi, izin lokasi, pemanfaatan ruang laut dan lainnya,” ucapnya dihadapan anggota DPRD Kepri yang hadir.

Arif mengutarakan, penyusunan Ranperda RZWP3K ini tentu saja berpedoman dengan norma-norma yang sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.

Selain itu, tujuan dibentuknya juga untuk memberikan manfaat bagi masyarakat pesisir dan pulau-pulau kecil. Dengan semangat untuk membangun sarana dan prasarana yang mumpuni. Sehingga, dapat memberikan keadilan sosial bagi masyarakat Kepri, khususnya pesisir.

“Memberikan keberpihakan kepada masyarakat pesisir dengan ruang laut hingga 12 mil dari bibir pantai. Sehingga memberikan keleluasan bagi masyarakat pesisir ,” kata Arif.

Disamping itu, Sekda menuturkan, manfaat dari Perda RZWP3K dapat menyumbang untuk potensi PAD. Dengan memanfaatkan retribusi pemanfaatan ruang laut, seperti labuh jangkar, reklamasi, pariwisata, dan potensi PAD lainnya.

Penulis: Ismail

Comments
Loading...